Muhaimin: Pemerintah Siapkan Rehabilitasi UMKM Terdampak Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen percepatan penanganan bencana sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat. Setelah fase tanggap darurat, pemerintah segera menyiapkan langkah rehabilitasi khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi.
Muhaimin mengungkap, ia bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) telah merancang program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, salah satunya produksi kopi.
“Pada tahap pascatanggap darurat (2–3 bulan), akan disiapkan program pemberdayaan dan penyelamatan ekonomi UMKM serta produk-produk berbasis stok,” kata dia seusai agenda Penghargaan SPPG Inspiradaya 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Meski demikian, ia belum dapat membeberkan secara detail desain program rehabilitasi khusus bagi pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Sumatera. Termasuk ketika dikonfirmasi perihal alokasi anggaran yang bakal digelontorkan oleh pemerintah, Muhaimin belum dapat membocorkannya.
"Sedang kita susun, sedang kita carikan, belum ada anggaran khusus, sedang kita carikan," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengalokasikan anggaran senilai Rp 4 miliar per kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dana itu akan menjadi pegangan bupati atau wali kota untuk memberikan bantuan kebutuhan masyarakat, mulai dari popok bayi dan kebutuhan perempuan.
Baca Juga
Prabowo Bermalam di Aceh, Pastikan Terus Monitor Penanganan Bencana Sumatra
Anggaran yang dikucurkan Prabowo lebih besar dari yang diusulkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebesar Rp 2 miliar per kabupaten/kota.
Dalam rapat penanganan bencana Sumatra di posko terpadu penanganan bencana alam, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam, Tito Karnavian melaporkan anggaran belanja tak terduga (BTT) di 52 kabupaten/kota terdampak bencana Sumatra sudah menipis.
Mendagri menjelaskan pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan pangan, BBM, dan beras dalam skala besar untuk para warga terdampak bencana. Namun, daerah tetap membutuhkan dana untuk keperluan mendesak yang langsung dibutuhkan masyarakat di pengungsian, seperti popok bayi dan pembalut yang biasanya dimintakan warga kepada pemerintah kabupaten/kota.
“Biasanya yang kami temukan waktu datang ke lapangan misalnya pampers untuk bayi, kemudian untuk perempuan, dan lain-lain. Dan biasanya mereka minta kepada pemerintah untuk masuk ke daerah,” ujar Tito.

