Separuh Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Sumbar Mulai Fase Transisi Rehabilitasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memaparkan, sebanyak sekitar separuh kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah beralih dari tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Demikian disampaikan Pratikno dalam konferensi pers penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
"Saat ini lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak telah beralih dari fase tanggap darurat, ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Pratikno.
Baca Juga
Dibeberkan, dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, terdapat tujuh kabupaten/ kota yang sudah memasuki fase transisi rehabilitasi, dan rekonstruksi. Sementara, sebanyak 11 kabupaten/ kota lainnya memperpanjang masa tanggap bencana.
“Di Sumut masih delapan kabupaten/kota yang masuk fase transisi rehabilitasi dan delapan kabupaten masih tanggap darurat,” katanya.
Sementara itu, terdapat 10 kabupaten/ kota di Sumbar yang telah beralih ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Sedangkan tiga kabupaten/ kota lainnya di Sumbar masih dalam status tanggap darurat.
Pratikno menyatakan, perpanjang masa tanggap darurat dilakukan agar daerah tersebut siap memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Daerah yang melakukan perpanjangan status tanggap darurat ini dimaksudkan agar daerah bener-bener siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Pratikno menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga, TNI-Polri hingga pemerintah daerah terus mengerahkan daya dan upaya mempercepat penanganan bencana.
Baca Juga
BNPB Pastikan 96% Bantuan Logistik Telah Didistribusikan ke Tiga Wilayah Terdampak Bencana
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengerahkan seluruh jajaran kementerian lembaga, TNI-Polri, pemda terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penangangan pascabencana,” katanya.

