Kemenhub: Pengadaan 30 'Trainset' KRL Dipercepat, Sebagian Impor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera merealisasikan pengadaan 30 rangkaian kereta (trainset) baru untuk layanan commuter line, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KAI mengenai rencana pengadaan tersebut. Nantinya, sebagian rangkaian akan diproduksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka dan sebagian lainnya diimpor, disesuaikan kapasitas produksi Inka dan target satu tahun yang ditetapkan Presiden.
Baca Juga
Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo Naik KRL dan Berbincang dengan Penumpang
“Harapan kami supaya cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan kereta yang baru. Presiden kasih target 1 tahun. Bisa dikira-kira mungkin enggak (dari Inka semua)? Jadi mungkin di dalam dan dari luar,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, dikutip Senin (8/12/2025).
Namun demikian, Menhub Dudy tidak memperinci porsi pengadaan 30 trainset tersebut antara produksi Inka dan impor.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menambahkan bahwa percepatan pengadaan saat ini tengah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa selain mengganti rangkaian lama, diperlukan pula optimalisasi rangkaian yang jumlah gerbongnya masih di bawah 12 unit.
“Kalau kita dapat ganti, mayoritas rangkaian kereta itu ada 12 gerbong kereta. Itu kan akan mengangkut lebih banyak penumpang, tetapi dengan demikian kelistrikannya butuh ditingkatkan,” ujar Allan.
Baca Juga
Cerita Penumpang Bertemu Prabowo di KRL: Alhamdulillah, Sekarang Nyaman Sekali
Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta tambahan 30 rangkaian baru untuk mengurai kepadatan penumpang KRL Jabodetabek, khususnya pada jam sibuk. Presiden menyampaikan bahwa penambahan gerbong menjadi langkah untuk memperluas dan menambah kapasitas layanan KRL. “Rp 5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat,” kata Prabowo beberapa waktu lalu.

