Kadin: Indonesia Harus Menjadi Bangsa Pemenang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Rapimnas Kadin Indonesia tahun ini harus menjadi momentum untuk menegaskan satu prinsip dasar, yaitu kepentingan nasional di atas segalanya. Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pasar, Indonesia harus menjadi bangsa pemenang.
“Untuk itu, kita harus berdiri di atas tiga pilar strategis: ketahanan pangan, ketahanan budaya, dan ketahanan militer. Tanpa tiga fondasi ini, kita mudah goyah di tengah kompetisi global yang semakin keras,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Teguh Anantawikrama kepada investortrust di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Teguh menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia berhenti menjadi eksportir bahan mentah. Selama puluhan tahun, nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara lain. Contoh paling jelas adalah nikel. Ketika diekspor mentah, nilainya hanya sekitar US$ 4 miliar (2017). “Setelah hilirisasi, ekspor produk olahan melonjak menjadi US$ 33,8 miliar pada 2022 — meningkat lebih dari 700%,” tegasnya.
Hal yang sama harus diterapkan pada kelapa, tuna, rumput laut, kakao, kopi, karet, dan komoditas lain. Nilai tambah harus terjadi di tanah Indonesia, dikerjakan oleh tenaga Indonesia, dan menguntungkan rakyat Indonesia.
Di era kecerdasan buatan, lanjut Teguh, Indonesia juga memiliki modal strategis yang tak dimiliki negara lain. “Kita adalah salah satu bangsa terkaya domain knowledge di dunia — 1.340 suku bangsa, 718 bahasa, budaya dan pengetahuan lokal yang luar biasa. Ini adalah aset besar untuk membangun posisi Indonesia dalam ekosistem AI global,” tuturnya.
Baca Juga
Dengan captive market 280 juta jiwa, Indonesia memiliki pasar domestik yang cukup besar untuk membangun industri berkelas dunia. Indonesia harus bertransformasi dari negara pasar menjadi negara produsen. “Untuk itu, dibutuhkan manajemen eksekusi nasional yang kuat — layaknya COO Negara — untuk menerjemahkan visi Presiden menjadi kebijakan yang terukur dan terlaksana,” kata Teguh.
Dalam konteks itu, Teguh Anantawikrama menyebut bahwa Rapimnas Kadin Indonesia yang digelar 1-2 Desember ini menjadi forum penting untuk menyatukan energi dunia usaha dalam mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian ekonomi nasional.
“Kepentingan nasional di atas segalanya. Nilai tambah harus diciptakan di Tanah Air. Indonesia harus menjadi bangsa pemenang,” tegasnya.
Baca Juga

