Stasiun Bandung dan Kiaracondong Masuk Agenda Utama Penataan Transportasi Jabar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), memprioritaskan penataan ulang Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong sebagai langkah awal penguatan moda transportasi kereta api di Jawa Barat.
Hal ini menyusul hasil perjanjian kerja sama (PKS) optimalisasi penyelenggaraan dan pengembangan perkeretaapian yang ditandatangani Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di atas perjalanan Kereta Istimewa Purwakarta menuju Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Menurut Bobby, penataan kawasan kedua stasiun diarahkan untuk memperkuat fungsinya sebagai simpul mobilitas utama Bandung Raya dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pembenahan mencakup perbaikan tata ruang, integrasi dengan layanan angkutan umum, hingga penyediaan ruang yang lebih baik bagi pelaku UMKM.
Baca Juga
Krakatau Steel – KAI Logistik Bakal Luncurkan Kereta Angkutan Barang per 18 November
“Penataan kawasan stasiun dengan menata ruang agar lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi dengan angkutan umum, dan memberi ruang yang lebih baik bagi UMKM. Stasiun harus mencerminkan wajah Jawa Barat yang modern, nyaman, dan inklusif,” kata Bobby dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (27/11/2025).
Adapun, tahap penataan berikutnya akan menyusul di stasiun-stasiun lain sesuai prioritas bersama. “Saat ini terdapat sekitar 98 stasiun aktif di Jawa Barat yang menjadi simpul mobilitas masyarakat dan pintu masuk kegiatan ekonomi daerah,” tutur Bobby.
Source:
Dikatakan Bobby, PKS ini juga bertujuan untuk mengupayakan optimalisasi aset KAI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, penyusunan roadmap perlintasan sebidang, serta rencana peningkatan kapasitas layanan di jalur strategis seperti wilayah Nambo.
Sebagai langkah implementasinya, lanjut Bobby, KAI dan Pemprov Jabar akan membentuk joint working group untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif melalui penyusunan rencana kerja, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi berkala.
Baca Juga
KAI Catat Penjualan Tiket Nataru Tembus 20,06% dari Total 2,9 Juta Kursi Per 25 November
Pada kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menegaskan, penguatan moda kereta api menjadi bagian dari visi pembangunan Jawa Barat 2025 – 2029. “Perjalanan hari ini menguatkan kembali nilai peradaban transportasi di Jawa Barat. Kereta api mampu menjangkau wilayah yang luas sambil tetap menjaga landscape dan keindahan alam Jawa Barat,” ujar Dedi.
Ia menekankan, Pemprov Jabar berencana untuk meningkatkan konektivitas perkeretaapian dari desa hingga perkotaan untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. “Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur dan layanan kereta api agar konektivitas dari desa hingga kota semakin merata,” jelas Dedi.

