Pindad Sudah Laporkan Strategi Produksi Mobil Nasional ke Pemerintah
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut PT Pindad telah melaporkan strategi produksi massal mobil nasional kepada pemerintah. Diketahui, PT Pindad menjadi penggarap proyek mobil nasional yang merupakan mandat dari Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sudah mendapat gambarannya, saya sudah dilaporkan. Sudah bagus, sudah baik," kata dia saat ditemui di Hall Nusantara ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga
Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Menperin Ungkap Mobil Nasional Mulai Diproduksi 2027
Ketika ditanyai perihal update perkembangan proyek strategis nasional (PSN) tersebut, Agus enggan menjawab. Ia meminta publik untuk bersabar menunggu kabar terbaru dari Pindad, setelah rampungnya proses yang tengah berjalan.
"Tapi saya kira tidak tepat untuk saya melaporkan atau menyampaikan kepada publik. Biar saja Pindad sendiri," sebutnya.
Jawaban yang sama dia sampaikan ketika dikonfirmasi isu ketertarikan pabrikan asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai untuk menjadi mitra dalam memproduksi mobil nasional.
"Kalau itu silakan tanya ke Pindad yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi PSN mobil nasional," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada kesempatan yang sama memberikan jawaban yang hampir senada dengan Menperin Agus Gumiwang. Airlangga mengungkapkan sejumlah produsen global telah menawarkan diri untuk bekerja sama dalam produksi massal mobil nasional.
"Beberapa merek menawarkan diri untuk bekerjasama," sebut Airlangga.
Namun demikian, Airlangga enggan membeberkan nama-nama produsen tersebut.
"Nanti biar mereka yang mengumumkan, kan dia yang menawarkan, masa kita yang umumin," jawab dia berkelakar.
Sebelumnya, pemerintah mengkaji mengembangkan mobil taktis buatan Pindad, Maung menjadi mobil listrik nasional. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani seusai menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
"Kita kan sudah ada Maung, ini mungkin ada pengembangan berikutnya, nanti kita akan bicara, akan kerjakan lebih lanjut lagi," kata Rosan.
Baca Juga
Bertemu Airlangga, Bos Hyundai Akui Tertarik Garap Proyek Mobil Nasional RI
Rapat terbatas ini membahas strategi untuk memperkuat investasi dalam pengembangan industri mobil listrik nasional. Rosan menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam industri kendaraan listrik. Hal ini mengingat, Indonesia memiliki sumber daya nikel yang melimpah dan ekosistem baterai yang sudah berkembang. Namun, Rosan menyatakan, Indonesia hingga saat ini belum memiliki mobil listrik nasional.
“Kita kan potensi dari nikelnya segala macem, baterainya sampe baterai itu sudah ada, recycle baterainya sudah ada. Nah, tetapi mobilnya kan kita belum ada nih, mobil listriknya, sedangkan kita kan sudah committed untuk net zero emission di 2060, malah keinginannya Bapak Presiden bisa lebih cepat," ujar Rosan.

