Proyek Trans-Railway Kalimantan Digandeng Tol Bawah Laut IKN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan rencana pembangunan jalur kereta api menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) telah masuk dalam tahap kajian bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan, rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan transportasi massal menuju IKN, seperti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Trans Railway Kalimantan.
“Sebetulnya sudah ada rencana itu dengan menteri perhubungan, yang dari Balikpapan melalui jalur tol,” kata Basuki saat ditemui di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Adapun studi kelayakan atau feasibility study (FS) disusun oleh Kementerian Perhubungan. Menurut Basuki, dokumen awal kajian sudah tersedia dan mengikuti koridor jalan tol bawah laut atau immersed tunnel yang merupakan Jalan Tol Seksi 4A Simpang Tempadung-Outer Ring Road IKN .
Baca Juga
IHSG Ditutup Melemah Tipis 5,57 Poin, Sebaliknya 6 Saham Cetak ARA Dipimpin BUKK hingga BOGA
“Dahulu awalnya sudah ada itu (rencana rel kereta api menuju IKN). Jadi mengikuti jalur tol, sama-sama dengan tol (pembangunannya) yang untuk lewat terowongan itu. Itu yang jalur untuk barengan dengan kereta api,” ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, pengembangan jaringan Trans-Railway di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi akan berperan penting dalam menekan biaya logistik nasional.
Menurut AHY, pembangunan jalur kereta di luar Pulau Jawa sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya penguatan sektor perkeretaapian Indonesia untuk mendukung efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
“Beliau (Presiden Prabowo) mengatakan nanti tidak hanya Jawa tentunya, tetapi juga Trans-Sumatra Railway, Trans-Kalimantan Railway, termasuk Trans-Sulawesi Railway. Ini harus dibangun bersamaan agar bisa mengurangi biaya logistik,” kata AHY dalam ALFI Convex 2025 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (12/11/2025) lalu.
AHY menjelaskan, moda transportasi kereta memiliki keunggulan signifikan dibanding jalur darat dalam hal kapasitas angkut dan efisiensi energi. Dalam paparannya, satu rangkaian kereta logistik dapat mengangkut muatan setara 30 truk, sementara untuk penumpang mampu menampung hingga 1.000 orang per rangkaian kereta (trainset).
“Kalau berbicara logistik, tentu tidak cukup hanya mengandalkan jalan darat. Negara-negara maju sangat bersandar pada jalur-jalur kereta yang digunakan untuk transportasi logistik secara efisien,” papar AHY.
Baca Juga
HGU IKN Dipangkas Maksimal 95 Tahun, Pemerintah Siapkan Insentif Baru
Dari sisi efisiensi energi, lanjut AHY, kereta logistik dinilai jauh lebih hemat dan ramah lingkungan. AHY menyebut, satu liter bahan bakar, kereta logistik mampu menempuh hingga 199 kilometer (km) dengan 1 liter bahan bakar minyak (BBM), sedangkan truk hanya 56 km. “Kereta tiga sampai empat kali lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Artinya, carbon footprint-nya jauh lebih kecil,” ujarnya.
Mengacu pada laporan Asian Transport Outlook 2024, kata AHY, sektor perkeretaapian memiliki kontribusi emisi karbon yang relatif rendah dibandingkan transportasi darat dan laut, yang masing-masing sebesar 8,89% dan 5%.
Terpisah, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief Dienaputra tengah berupaya merampungkan detail engineering design (DED) tol bawah laut atau immersed tunnel di IKN bersama perusahaan Korea Selatan, yakni Daewoo Engineering & Construction di semester II 2025.
“Kalau immersed tunnel (tol bawah laut) masih dievaluasi, karena kan rencananya dari Korea Selatan. Kita kejar dulu jalan-jalan tol yang ada (masih dibangun di IKN). (Desain bisa selesai di semester II tahun ini?) Kita coba,” kata Rachman beberapa waktu lalu.

