Gaikindo Harap GJAW 2025 Dongkrak Pasar Otomotif Jelang Akhir Tahun
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Pameran Permata Bank Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 resmi dibuka di ICE BSD City, Kab. Tangerang, Jumat (21/11/2025). Gaikindo menargetkan pameran ini menjadi momentum penguatan pasar otomotif nasional di tengah optimisme pertumbuhan industri manufaktur.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyampaikan, GJAW berkembang pesat sejak pertama kali digelar pada 2022. Tahun ini menghadirkan 80 peserta yang terdiri dari 33 merek kendaraan penumpang, 10 merek sepeda motor, dua merek karoseri, dan lebih dari 45 merek industri pendukung. Ia menegaskan bahwa berbagai program penjualan, termasuk Indoor EV Test Drive, disiapkan untuk mendorong transaksi.
“Kami berharap berbagai program tersebut akan menciptakan momentum penjualan yang masif sekaligus menjadi pendorong penting bagi pencapaian industri otomotif nasional menjelang tutup tahun 2025,” kata Putu.
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setyadi Arka, menegaskan bahwa sektor manufaktur terus menjadi motor ekonomi nasional. Ia mencatat pertumbuhan industri pengolahan pada triwulan III-2025 mencapai 5,58% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,04%.
Setyadi juga menyoroti kuatnya kontribusi industri otomotif dalam struktur manufaktur Indonesia. Ia menegaskan subsektor otomotif menyumbang 1,28% terhadap PDB dan mencatat produksi 852 ribu unit kendaraan roda empat hingga September 2025, dengan hampir 45% di antaranya merupakan ekspor.
Baca Juga
Penjualan Mobil Lesu 5 Bulan Beruntun, Gaikindo Evaluasi Ulang Target Penjualan 2025
Menurutnya, Indonesia masih menjadi basis produksi strategis bagi produsen global dengan kapasitas terpasang roda empat mencapai 2,39 juta unit per tahun. Industri kendaraan listrik juga terus tumbuh, dengan investasi total Rp 5,7 triliun dan kapasitas produksi BEV yang kini mencapai 110.660 unit per tahun.
Eselon satu Kemenperin itu menambahkan bahwa Indonesia kini berada di posisi ke-13 dunia dalam Manufacturing Value Added (MVA) dan peringkat pertama di ASEAN, menandai kekuatan basis industri nasional. “Posisi Indonesia dalam kelompok balanced performance mencerminkan basis industri nasional yang kuat dan stabil,” katanya.
Pemerintah, ujarnya, juga terus memperkuat ekosistem melalui insentif untuk kendaraan hybrid dan listrik. Ia pun berharap rangkaian pameran ini memperkuat daya saing industri otomotif, meningkatkan penjualan domestik, dan membuka peluang investasi baru di Tanah Air.

