Gubernur Sherly Minta Menteri Ara Renovasi 50.000 Rumah Tak Layak Huni di Maluku Utara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda meminta dukungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) untuk merenovasi 50.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Usulan tersebut disampaikan Sherly saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Kementerian PKP di Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025) malam. Menurutnya, kebutuhan rumah layak huni (RLH) di Maluku Utara sangat mendesak karena masih banyak masyarakat tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan, termasuk rumah-rumah panggung di kawasan pesisir.
Baca Juga
Kementerian PKP Fokus Renovasi Rumah di Pedesaan Lewat Program BSPS di 2026, Mengapa?
“Kita di Maluku Utara ada sekitar 50.000 rumah tidak layak huni. Jadi hari ini datang juga berkonsultasi untuk program BSPS dari Kementerian PKP yang bisa turun di Maluku Utara,” kata Sherly.
Selain mengusulkan peningkatan kuota BSPS, Sherly juga menjajaki kerja sama dengan sektor swasta untuk mendukung relokasi hunian melalui program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR). Ia mengungkap, beberapa proyek relokasi rumah panggung di kawasan pesisir ke daratan akan dibiayai melalui program CSR dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
“Saya juga belajar dari Pak Menteri (Menteri PKP, Maruarar Sirait) bagaimana mengoptimalkan CSR perusahaan untuk bisa memberikan bantuan rumah kepada masyarakat Maluku Utara,” ungkap Sherly.
Merespons hal itu, Menteri Ara menyatakan, pihaknya sedang menggodok perluasan program BSPS di seluruh Indonesia, termasuk untuk wilayah timur. Ia memastikan kapasitas program akan ditingkatkan secara signifikan mulai tahun depan.
Baca Juga
Menteri Ara Prioritaskan Program Bedah Rumah, APBN 2026 Digelontorkan Sebegini
“Kita pasti tingkatkan (untuk wilayah timur Indonesia, red). Tahun ini hanya 45.000 rumah (direnovasi), dan tahun 2026 meningkat luar biasa, minimal delapan kali lipat jadi 400.000 rumah,” ujar dia.

