AHY: Trans-Railway di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi Kunci Turunkan Biaya Logistik
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pengembangan jaringan Trans-Railway di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi akan berperan penting dalam menekan biaya logistik nasional.
Menurut AHY, pembangunan jalur kereta di luar Pulau Jawa sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya penguatan sektor perkeretaapian Indonesia untuk mendukung efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
“Beliau (Presiden Prabowo) mengatakan nanti tidak hanya Jawa tentunya, tetapi juga Trans-Sumatra Railway, Trans-Kalimantan Railway, termasuk Trans-Sulawesi Railway. Ini harus dibangun bersamaan agar bisa mengurangi biaya logistik,” kata AHY dalam "ALFI Convex 2025" di ICE BSD, Tangerang, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga
Buka ALFI Convex 2025, Airlangga Sebut Pemerintah Percepat Perpres Penguatan Logistik Nasional
AHY menjelaskan, moda transportasi kereta memiliki keunggulan signifikan dibanding jalur darat dalam hal kapasitas angkut dan efisiensi energi. Dalam paparannya, satu rangkaian kereta logistik dapat mengangkut muatan setara 30 truk, sementara untuk penumpang mampu menampung hingga 1.000 orang per rangkaian kereta (trainset).
“Kalau berbicara logistik, tentu tidak cukup hanya mengandalkan jalan darat. Negara-negara maju sangat bersandar pada jalur-jalur kereta yang digunakan untuk transportasi logistik secara efisien,” papar AHY.
Dari sisi efisiensi energi, lanjut AHY, kereta logistik dinilai jauh lebih hemat dan ramah lingkungan. AHY menyebut, 1 liter bahan bakar, kereta logistik mampu menempuh hingga 199 kilometer (km) dengan 1 liter bahan bakar minyak (BBM), sedangkan truk hanya 56 km. “Kereta tiga sampai empat kali lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Artinya, carbon footprint-nya jauh lebih kecil,” ujarnya.
Mengacu pada laporan Asian Transport Outlook 2024, kata AHY, sektor perkeretaapian memiliki kontribusi emisi karbon yang relatif rendah dibandingkan transportasi darat dan laut, yang masing-masing sebesar 8,89% dan 5%.
AHY menambahkan, pengembangan jaringan Trans-Railway juga diharapkan mendukung target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) 2060 sekaligus memperkuat konektivitas antarprovinsi. “Kalau kita kembangkan kereta untuk logistik, termasuk untuk penumpang, kita bisa membantu pencapaian net zero emission 2060. Ini yang sedang kita kawal bersama-sama,” tutur AHY.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk pengembangan infrastruktur transportasi massal nasional, termasuk pembangunan jalur kereta api. Hal ini disampaikan Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025). “Kereta api kita akan kita perbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi," kata Prabowo.
Baca Juga
Palembang New Port Dinilai Strategis Dorong Efisiensi Logistik Nasional
Kepala Negara menegaskan pentingnya kereta api bagi ekonomi nasional. Dikatakan, kereta api akan membuat biaya logistik turun yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. "Karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif, dan kesejahteraan rakyat akan meningkat," ujar Prabowo.
Dengan pembangunan jalur kereta api, daya saing ekonomi Indonesia. Menurutnya, moda transportasi ini bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga alat pemerataan kesejahteraan rakyat. “Sesudah itu tentunya kita harus amankan semua kekayaan kita, dan kereta api akhirnya menjadi salah satu faktor membantu rakyat, membantu rakyat menengah dan rakyat bawah. Kalau orang kaya bisa naik pesawat, bisa naik mobil. Rakyat sebagian besar akan merasakan manfaat daripada kereta api,” lanjut Prabowo.
Untuk itu, Prabowo menugaskan Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan AHY untuk membuat perencanaan jalur kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. “Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik. Trans-Sumatra railway, Trans-Kalimantan Railway, Trans-Sulawesi Railway,” tutup Prabowo.

