Menkomdigi Resmikan 92 KCP LPU Baru, Dukung Program Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Daerah
Poin Penting
|
PEMATANG SIANTAR, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid meresmikan 92 Kantor Cabang Pelayanan (KCP) Layanan Pos Universal (LPU) yang tersebar di seluruh Indonesia. Peresmian simbolis digelar secara hybrid di KCP LPU Batang Kuis, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Minggu (9/11/2025).
Menurut Menkomdigi, Meutya Viada Hafid, langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses layanan pos dan logistik nasional sekaligus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan ekonomi dan penguatan konektivitas hingga pelosok.
“Hari ini kita telah meresmikan 92 KCP LPU di berbagai penjuru Indonesia. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang belum mencapai 30 kantor cabang baru,” ujar Meutya Viada Hafid kepada awak media.
Baca Juga
Meutya menjelaskan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah dengan penambahan terbanyak, yaitu 14 kantor cabang baru, disusul Kalimantan Timur sebanyak 9 cabang, serta sejumlah titik lain di Sumatera Utara dan daerah lainnya.
“Kehadiran KCP LPU merupakan hak masyarakat untuk mendapatkan akses pengiriman dan penerimaan paket yang merata di seluruh wilayah,” tegas dia.
Selain untuk memperluas layanan publik, kata Meutya Viada, kehadiran KCP LPU ditujukan untuk memperkuat dukungan terhadap program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp 900.000 pada periode Oktober-Desember 2025.
Baca Juga
Soal Internet Satelit Langsung ke HP, Kemenkomdigi: Masih Kajian Awal
Dia mengungkapkan, program ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan IV tahun 2025 dengan target lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat atau sekitar 140 juta jiwa di seluruh Indonesia.
“Kehadiran KCP LPU ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan bantuan sosial dan layanan dasar menjangkau masyarakat hingga pelosok,” tutur dia.
Baca Juga
Menkomdigi Proyeksi Ekonomi Digital RI Capai Rp 35 Triliun pada 2030, Medan Wajib Ambil Bagian
Meutya menambahkan, sinergi antara layanan pos dan ekosistem digital akan membuka peluang ekonomi baru di daerah tertinggal. “Kami ingin kantor pos di daerah menjadi pusat aktivitas UMKM, tempat masyarakat bisa mengirim, menjual, dan memasarkan produk lokal,” tegas dia.
Sementara itu, Plt Dirut PT Pos Indonesia, Haris menegaskan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan teknis di setiap kantor cabang baru. “Kami bantu dari sisi sarana penjualan dan pengiriman agar kegiatan ekonomi masyarakat makin tumbuh,” kata dia.
Selain menyerahkan Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSSE) tahun 2025, dalam kesempatan itu Menkomdigi menyerahkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pos Indonesia kepada penerima manfaat di wilayah Batang Kuis, Pematang Siantar.

