Ketum Anindya Beri Arahan, Tekankan Kolaborasi Dunia Usaha Demi Dongrak Produktivitas Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya kolaborasi antar bidang dalam dunia usaha untuk menyatukan kekuatan menjadi motor penggerak produktivitas nasional.
Dalam hal ini, Anindya sempat menyinggung mengenai pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diproyeksikan akan berada di angka 5% sepanjang 2025 ini. Meski demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan dalam daya saing industri dan perdagangan dalam negeri,
"Namun, kita juga tahu, daya logistik kita masih berubah, lebih tinggi dari rata-rata. Produktivitas industri kita belum naik, kita harus melompat bukan sekadar bergerak," ucap Anindya dalam tayangan video pada Rapat Koordinasi Nasional Lingkup Koordinator Bidang Perekonomian, Pangan, dan Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Dalam hal ini, Anindya sempat menyinggung mengenai pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diproyeksikan akan berada di angka 5% sepanjang 2025 ini. Meski demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan dalam daya saing industri dan perdagangan dalam negeri,
"Namun, kita juga tahu, daya logistik kita masih berubah, lebih tinggi dari rata-rata. Produktivitas industri kita belum naik, kita harus melompat bukan sekadar bergerak," ucap Anindya dalam tayangan video pada Rapat Koordinasi Nasional Lingkup Koordinator Bidang Perekonomian, Pangan, dan Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Oleh sebab itu, Anindya mengarahkan tiga bidang utama untuk memperkuat sinerginya. Ia menyebutkan, bidang pangan harus memperkuat hubungan antar sektor, kemudian bidang perekonomian diarahkan untuk menurunkan cost of doing bussiness dan memperkuat investasi sektor produktif.
"Bidang pembangan ekspor harus naik dari exporter of raw materials dan exporter of innovation dengan bagian yang sama. Tambahan, simulasi dan ekspor non-migas dalam 2 tahun ke depan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anindya juga membahas pentingnya kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti halnya yang telah dilakukan dengan Kementerian Kehutanan, yakni melalui tranformasi multi usaha kehutanan yang sudah dilakukan sejak 2020 lalu.
"Sebagaimana sering saya sampaikan, Kadin harus human level, 30% dan tech enabled, 70%. Kita pimpin dengan hati, kita berbuat dengan hati, dan kita berjuang untuk bangsa," terang Anindya.

