Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Kadin Indonesia Dorong Koordinasi Lintas Sektor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang (Kadin) Indonesia terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Kadin Indonesia Franky O Widjaja, usai Rapat Koordinasi Nasional Lingkup Koordinator Bidang Perekonomian, Pangan, dan Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia bertajuk ‘Ketahanan Pangan dan Energi Mendukung Pertumbuhan Ekonomi untuk mewujudkan Indonesia Incorporated’, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
“Kita koordinasi bersama supaya lebih terkoordinasi, wakil ketua koordinator,” ujarnya.
Baca Juga
Kadin Indonesia Genjot 4 Aspek Ini Demi Dongkrak Ekspor Pertanian Nasional
Menurut Franky, Kadin Indonesia kini memusatkan perhatian pada dua sektor krusial, yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Ia menjelaskan, keberhasilan program di sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret yang akan direplikasi di sektor-sektor lain melalui model pendampingan yang melekat berbasis kemitraan antara perusahaan dan masyarakat.
“Kita fokuskan di ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kita sudah rumuskan juga supaya bagaimana sukses di sawit itu pendampingan melekat inklusif closed loop bisa kita duplikasi untuk di produk-produk lain,” kata Franky.
Baca Juga
Tekankan Konektivitas dan Efisiensi, Kadin Beri Catatan Pembangunan Palembang New Port
Konsep pendampingan melekat ini, lanjut dia, memungkinkan perusahaan besar berperan sebagai mitra sekaligus pembimbing bagi koperasi dan kelompok masyarakat. Dengan skema ini, semua pihak memperoleh akses yang setara terhadap bibit unggul, pembiayaan, pendampingan disiplin produksi, hingga pasar ekspor.
“Supaya perusahaan dengan koperasi masyarakat itu dia bisa berjalan mendapatkan bibit yang sama, yang bagus disiplin yang sama, bisa dapat pinjaman karena kalau di sawit itu avalisnya dari inti. Juga mendapatkan ekspor jadi pasar yang itu sama harganya jadi itu menjadi sangat sukses,” ucap Franky.
Ia mengatakan, hal tersebut yang ingin diduplikasikan di produk-produk lain selain sawit. Sehingga, bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat daya saing nasional.

