Anak Usaha Petrosea Raih Kontrak Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usahanya yang dimiliki sebesar 51%, PT Hafar Daya Konstruksi (HDK), terus memperluas ekspansi bisnis di sektor migas lepas pantai. Perusahaan meraih kontrak senilai US$ 9,5 juta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung potensi pertumbuhan industri migas serta program hilirisasi minerba dan migas nasional.
Salah satu kontrak terbaru yang berhasil diraih HDK adalah proyek bersama anak usaha Petronas, yakni Petronas Carigali North Madura II Ltd., operator tunggal di Wilayah Kerja (WK) North Madura II. Nilai kontrak mencapai US$ 9,5 juta atau setara sekitar Rp 165 miliar ini ditandatangani pada 9 November 2025 mendatang dan dilaksanakan oleh konsorsium antara HDK dan PT Gunanasua Utama Fabricators.
Wakil Presiden Direktur PT Hafar Daya Konstruksi, Dito Danarianto Sudarbo, menegaskan ekspansi bisnis ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.
Baca Juga
Target Harga Saham Petrosea (PTRO) Direvisi Naik, Simak Faktor Penopang Ini
“Melalui kolaborasi dengan mitra global seperti Petronas, kami terus membuktikan kemampuan perusahaan nasional dalam menghadirkan solusi rekayasa dan konstruksi bertaraf internasional. Kami juga ingin kembali menegaskan bahwa Hafar tidak memiliki afiliasi, hubungan kepemilikan, maupun kerja sama apapun dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) sebagaimana sempat diberitakan di sejumlah media sebelumnya, dan selain itu konsorsium antara Hafar dan Gunanasua juga tidak menyewa kapal dari CBRE,” ujar Dito dalam keterangannya, Jumat, (7/11/2025).
Proyek Lapangan Hidayah sendiri merupakan bagian dari pengembangan Lapangan Hidayah Tahap 1. Ruang lingkup kerja HDK mencakup penyediaan layanan Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning (EPCIC) untuk Integrated Wellhead Central Processing Platform (WHCPP), serta Subsea Pipeline dan Pipeline End Terminal (PLET).
Ekspansi bisnis ini menjadi strategi pengembangan non-organik Petrosea melalui diversifikasi bisnis dan peningkatan kapabilitas di bidang Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) lepas pantai.

