Masih Kalah dari Malaysia, RI Targetkan Rasio Wirausaha Capai 3,6% di 2029
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menargetkan rasio kewirausahaan waralaba di Indonesia meningkat menjadi 3,6% pada 2029 mendatang. Saat ini, rasio kewirausahaan nasional baru mencapai 3,1%.
“Sekarang (rasio kewirausahaan) kita masih di angka 3,1%, target kita nanti di 2029 itu 3,6%,” ujar Maman saat ditemui dalam acara Indonesia Franchise Week 2025 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (31/10/2025).
Rasio kewirausahaan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Malaysia memiliki rasio rata-rata 4,74%, Singapura 8,76%, dan Amerika Serikat 12%. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperluas model usaha waralaba sebagai cara meningkatkan kewirausahaan di Tanah Air. Maman menilai strategi ini tidak hanya meningkatkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga mendorong UMKM untuk naik kelas.
Baca Juga
Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart Ancam UMKM, Begini Respons Menteri Maman
“Artinya kita banyak sekali usaha mikro dan kecil, tapi ini rata-rata mungkin yang bisa terlibat di usaha kecil ya, artinya kalau kita dorong semakin banyak usaha-usaha kecil kita yang menggunakan pola franchise, saya pikir ini positif untuk supaya mendongkrak rasio kewirausahaan kita juga,” jelas Maman.
Dari sisi sektor, bisnis makanan dan minuman (F&B) mendominasi pasar waralaba dengan porsi sekitar 47%, diikuti sektor kecantikan dan ritel. Untuk mendukung UMKM mengembangkan bisnisnya melalui model waralaba, Maman mendorong pelaku usaha beralih ke sektor formal dengan berbagai sertifikasi. Langkah ini meliputi sertifikasi SNI, BPOM, halal, hingga HAKI.
“Karena itu, kebijakan kami ke depan adalah mendorong usaha mikro untuk beralih ke sektor formal melalui berbagai sertifikasi seperti SNI, BPOM, Halal, dan HAKI, agar mereka lebih kuat dan kompetitif,” pungkas Maman.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap UMKM Indonesia dapat tumbuh lebih profesional, bersaing secara global, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan rasio kewirausahaan berbasis waralaba.

