ATSI Optimistis Target 32% Adopsi 5G pada 2030 Tercapai, Asal...
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menargetkan adopsi jaringan 5G mencapai 32% pada 2030, dan pelaku industri menilai target tersebut realistis asalkan lelang spektrum baru segera terealisasi. Menurut Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), ketersediaan 'spektrum real' 5G akan menjadi kunci percepatan.
Direktur Eksekutif ATSI Marwan O Baasir mengatakan, mengakui bahwa lambatnya adopsi 5G karena tidak ada frekuensi baru. Ia menyebut, saat ini operator seluler masih mengandalkan spektrum yang sudah ada di pita 1,8 GHz dan 2,1 GHz yang sejatinya tidak ideal untuk 5G.
“Spektrum-spektrum itu kan menggunakan spektrum yang ada, bukan spektrum real 5G,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Marwan menjelaskan, spektrum 5G sesungguhnya berada di pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz yang saat ini masih dalam tahap pembahasan panjang antara pemerintah dan industri. Di sisi lain, beberapa negara juga memanfaatkan pita 700 MHz untuk 5G, meski di Indonesia masih digunakan untuk layanan 4G.
Menurutnya, percepatan adopsi 5G akan sangat bergantung pada hasil lelang frekuensi yang dijanjikan pemerintah dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan dengan spektrum real 5G yang akan datang, development 5G network akan lebih cepat,” kata Marwan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menargetkan cakupan jaringan 5G nasional mencapai 32% pada 2030, meningkat signifikan dari posisi saat ini yang baru sekitar 4,4%. Pemerintah juga menekankan peningkatan kecepatan internet hingga 100 Mbps dalam lima tahun ke depan.
Kehadiran spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,6 GHz diharapkan mampu memperluas cakupan jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi infrastruktur digital nasional. Industri menilai, keberhasilan lelang ini akan menjadi fondasi utama menuju transformasi digital Indonesia 2030.

