Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksikan Capai Rp 2.400 Triliun pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan akselerasi pesat di tengah transformasi keuangan global. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Edwin Hidayat menegaskan, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan menembus US$ 150 miliar atau setara lebih dari Rp 2.400 triliun pada 2030, dengan kontribusi hampir 10% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Indonesia telah mengalami transformasi digital yang luar biasa. Nilai ekonomi digital kita diproyeksikan melampaui US$ 150 miliar pada 2030 dan berkontribusi hampir 10% terhadap PDB nasional,” ujar Edwin dalam Indonesia Treasury Leadership Forum 2025 bertema "Blueprint untuk Treasury Masa Depan" yang digelar Standard Chartered Indonesia di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga
Transformasi Digital dan Program Sosial Masif Warnai Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, perusahaan teknologi finansial (fintech), dan para bendahara korporasi (corporate treasurer). Tujuannya adalah merumuskan strategi percepatan adopsi digital dan memperkuat inovasi pengelolaan keuangan perusahaan di Indonesia. Acara yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian global Treasury Leadership Forum yang diinisiasi Standard Chartered Group. Forum tersebut bertujuan membangun kolaborasi dan berbagi praktik terbaik dalam treasury management lintas negara.
Edwin menjelaskan, tantangan utama transformasi digital nasional bukan hanya pada aspek teknologi, tetapi juga bagaimana membangun infrastruktur yang andal dan inklusif. “Tantangan transformasi digital adalah bagaimana menjadikan infrastruktur, seperti BI-FAST dan QRIS lintas batas sebagai tulang punggung inovasi keuangan yang inklusif dan cerdas,” jelasnya.
Menurut Edwin, sistem seperti BI-FAST (layanan transfer instan Bank Indonesia) dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) lintas batas menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas keuangan, memperluas akses masyarakat, serta meningkatkan efisiensi transaksi antarnegara di Asia Tenggara.
Treasury Jadi Penggerak Bisnis
Sementara itu, CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE menyoroti perubahan mendasar dalam peran fungsi treasury di era digital. Menurutnya, treasury kini tidak hanya berfungsi sebagai pengelola kas dan likuiditas, tetapi menjadi pusat pengambilan keputusan bisnis.
“Treasury kini menjadi pusat pengambilan keputusan bisnis. Di Standard Chartered, kami membantu perusahaan mengintegrasikan data, mengotomatisasi pengelolaan likuiditas, dan menghubungkan mereka dengan jaringan global kami agar treasury menjadi keunggulan kompetitif,” ujar Donny.
Ia menegaskan, digitalisasi memungkinkan perusahaan mengelola arus kas dan risiko secara lebih presisi, meningkatkan transparansi, dan memperkuat ketahanan keuangan di tengah volatilitas ekonomi global.
Baca Juga
Satu Tahun KMP, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Digital Aman dan Masyarakat Cakap Digital
Melalui forum ini, Standard Chartered menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem keuangan digital di Indonesia. Fokus utama bank tersebut adalah memperkuat inovasi, meningkatkan ketahanan sistem keuangan, serta mempercepat adopsi treasury digital yang modern dan efisien. “Kami ingin membantu para corporate treasurer menavigasi transformasi pembayaran digital dan memanfaatkan peluang ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang,” tutup Donny.
Forum ini menghadirkan dua sesi diskusi panel utama. Panel pertama bertema Building Trust, Speed and Scale in Indonesia’s Digital Payment Era membahas peran BI-FAST, QRIS, dan interoperabilitas sistem pembayaran dalam mendorong efisiensi serta inklusi keuangan. Panel kedua bertema Digital Treasury in Action: Embedding Innovation in Day-to-Day Operations mengulas praktik penerapan inovasi fintech serta studi kasus transformasi digital dalam pengelolaan treasury korporasi.

