PLN NP Resmikan Unit Produksi Biomassa Pertama di Indonesia dengan 'Rotary Dryer'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PLN NP Services meresmikan unit produksi Biomassa Bandar Lampung (UPBBL). Fasilitas ini menjadi pabrik biomassa pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi rotary dryer, yang mampu menghasilkan biomassa berkualitas tinggi untuk mendukung program co-firing PLTU di wilayah Sumatra.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan bahwa peresmian unit ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangkitan hijau dan berkelanjutan.
“PLN Nusantara Power terus berinovasi dalam memperkuat ekosistem energi bersih di Indonesia. Kehadiran UPBBL bukan hanya menambah kapasitas pasokan biomassa untuk co-firing, tetapi juga menjadi simbol kemandirian energi daerah melalui pemberdayaan sumber daya dan tenaga kerja lokal,” kata Ruly, Rabu 922/10/2025).
Baca Juga
PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50%, Berlaku 17-30 Oktober 2025
Ruly menyebut, peresmian UPBBL ini adalah bagian dari upaya besar PLN menuju target net zero emission (NZE) 2060. Dengan kapasitas produksi hingga 70 ton biomassa per hari atau sekitar 23.100 ton per tahun, UPBBL siap memastikan pasokan biomassa yang kontinyu, berkualitas, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut dia menerangkan, hasil produksi biomassa ini akan digunakan untuk mendukung co-firing di sejumlah PLTU, termasuk UP Tarahan. Adapun keunggulan utama unit ini terletak pada mesin rotary dryer, yang mampu menurunkan kadar air (moisture) hingga 20% lebih baik dibanding metode konvensional. Teknologi ini menghasilkan woodchip berkualitas dengan Gross Calorific Value (GCV) di atas 3.500 kCal/kg.
“Berdirinya UPBBL menandai bertambahnya infrastruktur hijau di lingkungan PLN Nusantara Power Group sekaligus memperkuat rantai pasok biomassa nasional. Inisiatif ini sangat penting untuk mendorong transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Direktur Operasi Pembangkitan Batu Bara PLN NP Irwansyah Putra.
Selain manfaat lingkungan, keberadaan UPBBL juga membawa dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 90% tenaga kerja di unit ini berasal dari warga lokal, sementara bahan baku kayu sepenuhnya dipasok dari wilayah sekitar, seperti Bergen, Tanjung Bintang, Way Kanan, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Baca Juga
Pemerintah Percepat Pembayaran Kompensasi Energi ke PLN dan Pertamina Jadi Tiap Bulan
Diketahui, pada 2024 PLN NP berhasil memproduksi 69 GWh listrik hijau, dengan penerapan co-firing biomassa sebesar 1,57% dari total kapasitas pembangkit.
Dengan beroperasinya UPBBL, kontribusi ini diproyeksikan meningkat signifikan di tahun-tahun mendatang. UPBBL juga berpotensi menyumbang penurunan emisi karbon sebesar 12,7 juta kilogram CO2 per tahun, sekaligus menghemat 3,36% konsumsi batu bara PLTU Tarahan, setara 14,05% kontribusi co-firing.

