Proyek Perpipaan SPAM Karian - Serpong Senilai Rp 2,44 T Dimulai
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) menandatangani kontrak pekerjaan konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian dan Serpong Water Conveyance System (KSCS) paket 1, 2, dan 3 senilai US$ 147.256.702 atau Rp 2,44 triliun (asumsi kurs Rp 16.578 per dolar AS).
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Kementerian PU Dwi Purwantoro menyampaikan, proyek tersebut bertujuan menyediakan air baku sebesar 6,45 meter kubik per detik untuk mendukung peningkatan layanan air minum di tiga provinsi, yakni Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Menurut Dwi, proyek tersebut terdiri atas tiga paket pekerjaan yang dikontrak. Paket pertama memiliki nilai kontrak US$ 56,86 juta dengan penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk-PT Basuki Rahmanta Putra (BRP)-CK Solution Co., Ltd. joint venture.
"Yang kedua bernilai US$ 49,35 juta dengan penyedia jasa PT PP (Persero) Tbk–Kr Construction joint venture," kata Dwi di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat malam (17/10/2025).
Sementara itu, lanjut Dwi, paket ketiga bernilai US$ 41,05 juta dengan penyedia jasa PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.
Dwi menambahkan, lingkup utama pekerjaan, meliputi pembangunan booster pump dan jaringan transmisi sepanjang sekitar 43 kilometer (km).
Dikatakan Dwi, proyek ini menggunakan skema kontrak tahun jamak dengan sumber pembiayaan dari pinjaman Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea melalui KEXIM Bank untuk periode 2025 – 2027, dengan masa pelaksanaan kontrak selama 20 bulan.
Dwi juga menyebut, proyek KSCS akan bersinergi dengan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) SPAM Regional Karian – Serpong. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat manfaat layanan air minum bagi masyarakat di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo meminta agar pelaksanaan konstruksi proyek berjalan tepat waktu dan menjaga mutu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Pelaksanaan kontrak hari ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengukuhan komitmen kita untuk memperkuat sistem, meningkatkan pelayanan publik, dan memenuhi aspirasi rakyat,” tutup Dody.
Proyek yang mencakup 3 paket pekerjaan ini memiliki target penyelesaian pada Mei 2027 mendatang. Sedangkan, paket 4 yang direncanakan mengairi wilayah Tangerang Selatan masih menunggu pembebasan lahan dari pemerintah daerah setempat. Namun, pekerjaannya tetap dibidik selesai di Agustus 2028.

