Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, WIFI Siap Kebut Realisasi Internet Murah
JAKARTA, investortrust.id - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge resmi memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama. Perusahaan menyatakan siap mewujudkan target pemerintah menghadirkan akses internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat.
WIFI memenangkan lelang untuk Regional 1, yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Menariknya, wilayah ini merupakan basis pengguna internet terbesar di Indonesia.
Baca Juga
Selain Harga, WIFI dan DSSA Menang di Lelang Frekuensi 1,4 GHz karena Faktor Ini!
Presiden Direktur Surge, Yune Marketatmo mengatakan, WIFI siap tancap gas merealisasikan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga sekitar Rp 100.000-an. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan misi perusahaan menghadirkan “internet rakyat”.
“(Hasil) Ini sesuai dengan misi Surge untuk internet rakyat. Mitra-mitra Surge telah siap, kami segera membangun jaringan 5G FWA (fixed wireless access) untuk jutaan rumah di Region 1,” kata Yune kepada investortrust.id, Rabu (15/10/2025) malam.
Emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini memenangkan lelang Regional 1 dengan penawaran tertinggi Rp 403,7 miliar, unggul atas PT Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 399 miliar dan PT Eka Mas Republik (DSSA) senilai Rp 331 miliar.
Di sisi lain, spektrum 1,4 GHz akan digunakan untuk mengembangkan layanan FWA dengan kecepatan minimum 100 Mbps. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan harga langganan harus maksimal 10% di atas rata-rata pengeluaran telekomunikasi rumah tangga nasional.
Baca Juga
Ini Hasil Lelang Frekuensi 1,4 GHz, WIFI Dapat Regional 1, DSSA Regional 2 dan 3
WIFI pun menargetkan 5 juta pelanggan baru dalam satu tahun setelah memperoleh spektrum ini. Layanan FWA diperkirakan akan diluncurkan dua minggu setelah pengumuman hasil lelang.
Berbeda dengan layanan fiber to the home (FTTH), teknologi FWA memungkinkan ekspansi cepat tanpa membangun jaringan kabel. Surge akan memanfaatkan menara milik TBIG dan Centratama untuk memperluas jangkauan hingga 500 meter per titik layanan tanpa bergantung pada jaringan KRL.

