Selain Harga, WIFI dan DSSA Menang di Lelang Frekuensi 1,4 GHz karena Faktor Ini!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Telemedia Komunikasi Pratama (WIFI) dan MyRepublic (bagian dari DSSA Group) berhasil mengamankan posisi di lelang frekuensi 1,4 GHz. Selain berani memberikan harga tertinggi di masing-masing regional, kedua perusahaan juga dianggap unggul di sejumlah aspek.
Keduanya berhasil menarik perhatian dalam proses seleksi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Meski nilai penawaran dari Telkom Indonesia cukup kompetitif, tapi keunggulan WIFI dan DSSA justru terletak pada kesiapan infrastruktur dan strategi ekspansi yang matang.
WIFI contohnya, mereka sudah menyiapkan ekosistem Fixed Wireless Access (FWA) yang siap digelar cepat, bahkan menargetkan 5 juta pelanggan baru dalam setahun setelah hasil lelang diumumkan. Perusahaan juga memiliki jaringan backbone dan serat optik Surge yang membentang di sepanjang jalur strategis seperti rel kereta api dan menara telekomunikasi.
Infrastruktur inilah yang membuat WIFI bisa menjangkau area padat penduduk tanpa perlu membangun jaringan kabel baru. Langkah ini jelas cukup efisien, cepat, dan tepat sasaran.
Di sisi lain, model layanan WIFI yang berbasis komunitas dan harga kompetitif memberi peluang besar untuk memperluas akses internet di kawasan yang selama ini kurang terlayani operator besar. Dengan kesiapan teknis dan bisnis yang tinggi, tidak heran jika perusahaan berani menyalakan jaringan hanya dalam dua pekan setelah lelang berakhir di bulan ini.
Sementara itu, MyRepublic melalui induk usahanya DSSA Group memanfaatkan pengalaman panjang sebagai penyedia fixed broadband untuk memperluas jangkauan lewat teknologi wireless.
Pengamat teknologi, Heru Sutadi menilai, dengan adanya spektrum 1,4 GHz memungkinkan anak perusahaan Sinarmas itu menjangkau wilayah yang belum tersentuh jaringan fiber optik, terutama di luar Pulau Jawa.
"Tantangannya (regional 2 dan 3) ada di logistik dan topografi, tapi ini kesempatan (MyRepublic) jadi leader di pasar berkembang dengan ROI tinggi jangka panjang," katanya kepada investortrust.id, Rabu (15/10/2025).
MyRepublic juga dikenal sebagai operator dengan layanan internet tetap berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau. Pendekatan efisien ini membuat MyRepublic lebih mudah beradaptasi dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di regional 2 dan 3.
Jika tidak ada sanggah, kemenangan WIFI dan DSSA dinilai membawa angin segar bagi industri fixed broadband nasional. Kombinasi teknologi yang siap pakai, jaringan luas, dan pendekatan harga yang lebih ramah pasar dinilai akan mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia, terutama dalam mewujudkan internet murah.

