Dorong Reformasi Perbukuan, Ketua Komisi XIII DPR Harap Harga Buku Seharga 1 Cangkir Kopi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya menyoroti harga buku yang mahal. Ia mendorong adanya reformasi sistem perbukuan nasional.
"Buku di kita pajak PPN-nya 11%. Kertas 22%. Bagaimana kita bicara literasi? Buku itu mahal naudzubillah mindzalik," kata Willy dalam 'Forum Temu Dewan: Warga Mau Tanya Apa?' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Dia menyebut usulan tersebut murni inisiatif dirinya. Upaya tersebut menurutnya bisa dilakukan melalui perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Perubahan aturan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem literasi nasional. "Jadi, ini inisiatif saya secara pribadi, tetapi saya komunikasikan dengan semua teman-teman DPR. Insyaallah responsnya bagus," ujarnya.
Menurutnya usulan tersebut bisa terealisasi jika ada kemauan bersama-sama seluruh pihak. Ke depan diharapkan harga buku bisa terjangkau bagi semua kalangan.
"Ini emang effort kita bersama-sama. Bahwasannya, perintah langit yang pertama itu kan iqro. Semoga besok kita beli buku seharga satu cangkir kopi," tuturnya.
Sebelumnya Willy menyebut perubahan UU Sistem Perbukuan akan diarahkan pada skema subsidi, afirmasi, kebijakan kertas, fee penulis, dan distribusi yang lebih efisien. Ia optimistis rencana revisi ini akan berjalan mulus dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau saya yakin, karena Pak Prabowo itu orang yang komit terhadap literasi. Kenapa, ini amanat konstitusi mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ini instrumennya. Kalau enggak, masa kita mengalami declining IQ secara serius, apalagi sekarang hoaks luar biasa," ucap politikus Partai Nasdem tersebut.
Perubahan UU 3/2017 masuk dalam Prolegnas prioritas 2026. Sebelum 2025 berakhir, Willy menargetkan RUU Sistem Perbukuan ditetapkan sebagai usul inisiatif DPR.

