51 Perusahaan Berkomitmen Adopsi Kebijakan Telur Bebas Sangkar, Plataran Didorong Bergabung
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Sejak 2020, Act for Farmed Animals (AFFA), koalisi perlindungan hewan yang digagas Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, mencatat sudah 51 perusahaan lokal dan global yang menyatakan komitmen beralih ke telur bebas sangkar, termasuk beberapa jaringan hotel dan restoran internasional yang beroperasi di Indonesia.
AFFA mendorong Plataran Group segera mengadopsi kebijakan penggunaan telur bebas sangkar (cage-free eggs) dalam seluruh jaringan perhotelannya di Indonesia.
Baca Juga
Desakan tersebut disuarakan melalui aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Puluhan aktivis mengenakan kostum ayam dan membawa poster edukatif yang menggambarkan dua sisi kehidupan ayam petelur, yakni mereka yang hidup bebas dan mereka yang terkungkung dalam sistem kandang sempit.
Visualisasi ini menjadi simbol kritik terhadap praktik konvensional peternakan ayam petelur yang masih menggunakan kandang sangkar (battery cage). Sistem tersebut dinilai membatasi perilaku alami ayam, seperti bertengger, bersarang, mandi debu, dan merentangkan sayapnya.
“Sebagai perusahaan besar yang dikenal ramah lingkungan, seharusnya tidak sulit bagi Plataran untuk turut memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujar pemimpin kampanye Act for Farmed Animals, Elfha Shavira dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
AFFA menyebut kampanye ini telah berlangsung selama 4 tahun. Berbagai pertemuan dengan manajemen Plataran telah dilakukan, tetapi belum ada komitmen resmi yang diumumkan perusahaan.
Baca Juga
Bapanas: Harga Beras, Cabai, hingga Telur Ayam Merangkak Naik
AFFA berharap Plataran Group, yang selama ini dikenal mempromosikan pariwisata berkelanjutan, dapat menjadi contoh dalam menerapkan kebijakan ramah hewan. Langkah tersebut akan memperkuat reputasi Plataran di mata konsumen domestik maupun internasional. Adapun meningkatnya kesadaran publik terhadap kesejahteraan hewan kini menjadi faktor penting dalam reputasi korporasi dan pilihan konsumen.
Sistem kandang sangkar dinilai bukan hanya tidak etis, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan ayam. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa kondisi kandang yang sempit menyebabkan stres , kerontokan bulu, dan gangguan perilaku.

