Marriott Tingkatkan Telur Bebas Sangkar 20% Secara Global, Asia Masih Tertinggal
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Secara global, penerapan kebijakan telur bebas sangkar perusahaan perhotelan internasional, Marriott, meningkat sekitar 20% dari tahun ke tahun (year on year/yoy), terutama di Eropa Barat, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Meski telah ada perkembangan, perusahaan masih perlu meningkatkan usahanya untuk memenuhi janji di Asia.
"Meskipun kemajuan signifikan telah dicapai secara global, diperlukan lebih banyak tindakan untuk memastikan Marriott memenuhi janjinya," kata pimpinan kampanye di Act for Farmed Animals, Elfha Shavira, saat menggelar aksi damai di Marriott Sari Pacific Jakarta seperti dikutip Kamis (25/9/2205).
Act for Farmed Animals merupakan inisiatif kolaboratif Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International.
Pada 2018, Marriott mengumumkan kebijakan secara publik untuk beralih ke 100% telur bebas sangkar hingga 2025. Sekitar 3 bulan menjelang tenggat waktu, kemajuan perusahaan dalam kebijakan bebas sangkar di Asia Tenggara baru mencapai 42,65%.
Elfha Shavira mengatakan, dengan mempercepat pemenuhan kebijakannya di Asia, Marriott tidak hanya dapat mencapai target, tetapi memperkuat posisinya sebagai inspirasi bagi perusahaan perhotelan lainnya.
Baca Juga
Resmi Diterapkan! Pemerintah Patok Harga Pembelian Ayam di Tingkat Peternak Minimal Rp 18.000 per Kg
"Mengingat Marriott dapat memenuhi komitmen bebas sangkarnya di kawasan lain, kami yakin hal serupa dapat dilakukan untuk wilayah Asia. Tidak ada alasan bagi konsumen di Asia untuk menerima standar berbeda," ujar dia.
Sejak 2020, Act for Farmed Animals telah mengajak 51 perusahaan lokal dan global untuk memiliki kebijakan bebas sangkar. Hal ini mencerminkan meningkatnya
permintaan konsumen dan kepedulian publik terhadap kesejahteraan hewan dan aspek etika saat menjadi konsumen di Indonesia, dengan fenomena serupa juga terlihat di berbagai negara Asia lainnya.
“Mengingat kesadaran akan kesejahteraan hewan semakin tinggi, konsumen di Thailand kini lebih memilih produk makanan yang lebih etis dan ber-welas asih. Dengan beralih ke telur bebas sangkar 100% di wilayah Asia, perusahaan tidak hanya dapat membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen, tetapi dapat menjadi pemimpin di industri perhotelan Asia,” ucap Direktur Utama di Sinergia Animal Thailand, Saneekan Rosamontri.
Baca Juga
Sinergia Animal juga memiliki Cage-Free Tracker, situs untuk memantau kemajuan perusahaan yang telah berkomitmen dalam bertransisi ke telur bebas sangkar.
Dalam sistem peternakan telur konvensional, ibu ayam dikurung di kandang yang tak lebih luas dari selembar kertas A4 sepanjang hidupnya dan tak bisa melakukan perilaku alamiahnya.
"Kemajuan Marriott di AS dan Amerika Latin menunjukkan bahwa perubahan sangatlah mungkin. Dengan memperluas kebijakan ini ke Asia, Marriott memiliki kesempatan memimpin industri perhotelan secara global, dengan menunjukkan welas asih dan tanggung jawab," ujar Pendiri dan Direktur Eksekutif Sinergia
Animal, Carolina Galvani.

