PHR Sukses Terapkan Batch Drilling Pertama di Lapangan Benuang, Hemat Jutaan Dolar
Poin Penting
|
MUARA ENIM, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Zona 4 melalui Pertamina EP (PEP) Adera Field menerapkan teknologi batch drilling onshore untuk pertama kalinya di Lapangan Benuang, Kabupaten Muara Enim. Inovasi ini sukses meningkatkan produksi secara signifikan, memangkas biaya jutaan dolar, dan mempercepat waktu pengeboran.
Batch drilling adalah metode pengeboran dengan beberapa sumur dibor dari satu lokasi (wellpad) secara berurutan tanpa perlu membongkar rig. Rig berpindah secara horizontal menggunakan sistem skidding atau walking system, sehingga pekerjaan lebih cepat, hemat biaya, dan aman.
Baca Juga
Dirut Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya soal Kilang Minyak di Indonesia
Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, penerapan teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 barel minyak per hari (BOPD), jauh melampaui target awal 1.200 BOPD atau 3 kali lipat dengan rata-rata produksi harian 1.552 BOPD.
“Alhamdulillah, target sumur ini tidak hanya tercapai, tetapi juga terlampaui. Dari lima sumur yang dikerjakan, seluruhnya memberikan hasil lebih tinggi dari ekspektasi, dengan selisih produksi mencapai sekitar 1.000 barel,” ujar Drilling Superintendent Zona 4, Ernez Febriant saat acara media visit di Kabupaten Muara Enim, Rabu (8/10/2025).
Ernez menjelaskan, efisiensi diperoleh karena rig dapat menyelesaikan satu seksi pengeboran untuk semua sumur tanpa bongkar-pasang. “Dengan rig ini, kita bisa mengerjakan satu seksi, misalnya 26 inci sedalam 100 meter di lima sumur tanpa membongkar rig. Setelah selesai di sumur pertama, rig langsung bergeser ke sumur kedua, dan seterusnya,” jelasnya.
Di sisi lain, batch drilling juga menghemat hingga 15% biaya pengeboran atau sekitar US$ 4,938 juta, serta memangkas waktu operasi hingga 66 hari. Pengurangan aktivitas alat berat, efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan limbah yang lebih baik turut menjadi nilai tambah, terutama pada lokasi clustered wellpad.
Baca Juga
Sumur Tua 'Enggak' Cukup! Pertamina Bidik Blok Migas Baru yang Dilelang ESDM
Perusahaan pelat merah itu menyebut bahwa Teknologi ini membuat tim lebih siap menghadapi proyek berkompleksitas tinggi dan mendorong budaya kerja yang adaptif. Ke depan, PHR berkomitmen memperluas penerapan batch drilling ke wilayah kerja lain untuk mendukung target produksi migas nasional dan kemandirian energi.

