Lintasarta Dorong Kedaulatan AI Nasional Lewat Gerakan AI Merdeka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lintasarta mempercepat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional melalui infrastruktur kelas dunia, penguatan talenta, serta kolaborasi lintas sektor. Anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) Group ini menegaskan komitmennya membangun kemandirian teknologi lewat inisiatif AI Merdeka.
“Sebagai AI Factory dari Indosat Group, Lintasarta berkomitmen memperkokoh kedaulatan AI Indonesia melalui infrastruktur kelas dunia, pengembangan talenta unggul, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Komitmen ini diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujar President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/10/2025).
Baca Juga
AI Jadi Senjata Baru Perbankan, Lintasarta Tekankan Pentingnya Kolaborasi dengan Regulator
Lintasarta mendorong adopsi AI lintas industri lewat empat layanan utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Melalui inisiatif AI Merdeka, perusahaan menjalankan tiga program strategis.
Pertama, Laskar AI, program pengembangan talenta digital yang menarik lebih dari 13.500 pendaftar dan meluluskan 412 peserta, termasuk 40 lulusan terbaik. Kedua, Semesta AI, program akselerasi yang menyeleksi 20 startup potensial dari 150 kandidat untuk proyek percontohan bersama Lintasarta. Ketiga, AI Use Case, penerapan solusi AI di sektor strategis seperti kesehatan, keuangan, manufaktur, logistik, sumber daya alam, dan pemerintahan yang telah menjangkau lebih dari 2.300 pelanggan korporasi.
Chief Cloud Officer Lintasarta Gidion Suranta Barus, menekankan pentingnya data sovereignty agar inovasi AI tumbuh mandiri. “Lintasarta melalui AI Factory dengan GPU Merdeka dan Cloudeka berkomitmen menjadi strategic enabler bagi seluruh ekosistem, mulai dari startup, korporasi, hingga lembaga riset,” ujarnya.
Baca Juga
Lintasarta dan Telkom Teken Kerja Sama Digital, Dorong Kedaulatan AI Indonesia
Gidion menambahkan, sekitar 55% kapasitas pusat data nasional masih terpusat di Jakarta. Karena itu, Lintasarta memperluas jaringan backbone connectivity berkapasitas tinggi ke wilayah strategis guna menghadirkan layanan cepat dan berlatensi rendah.
Melalui strategi tersebut, Lintasarta menegaskan perannya mempercepat transformasi digital nasional dan membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045 lewat ekosistem AI yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

