Wamen ESDM Beberkan SPBU Swasta Sudah Setor Data Kebutuhan Impor BBM ke Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi kabar terbaru soal rencana impor bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan SPBU swasta melalui PT Pertamina (Persero). Impor melalui Pertamina ini dilakukan karena kuota impor bagi SPBU swasta untuk tahun 2025 sudah dipakai sepenuhnya.
Terkait hal ini, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, Vivo, dan ExxonMobil telah memberikan data impor BBM kepada Pertamina. Namun begitu, Yuliot tidak bisa menyebutkan dari negara mana impor BBM ini bakal dilakukan.
“Itu (SPBU swasta) sudah menyampaikan data ke Pertamina. Ini prosesnya business-to-business (B2B),” kata Yuliot Tanjung di sela-sela acara Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Pertamina Perluas Distribusi BBM dan LPG, Jangkau 38 Provinsi
Diberitakan, Kementerian ESDM sudah melakukan pertemuan dengan Pertamina dan sejumlah SPBU swasta untuk menyelesaikan persoalan kehabisa stok BBM yang dialami Shell cs pada Jumat (19/9/2025) lalu. Dalam pertemuan tersebut, SPBU swasta sudah setuju untuk melakukan impor melalui Pertamina.
Untuk itu, kata Yuliot, saat ini hanya tinggal menunggu kesepakatan B2B antara Pertamina dengan SPBU swasta terkait skema impornya lantaran pemerintah tidak ikut campur hal tersebut. Dia berharap, kesepakatan bisa segera tercapai.
“Tinggal kesepakatan antarbadan usaha. Untuk yang diminta oleh badan usaha (swasta) ini adalah belum ditambahkan aditif. Itu sudah ada kesepakatan juga. Kemudian berapa kebutuhan itu akan open book. Seharusnya ini tinggal dikonsolidasikan,” ucap dia.
Baca Juga
Yuliot menyebut, Kementerian ESDM menargetkan pasokan BBM akan tiba dalam waktu 7 hari atau satu minggu, terhitung sejak Jumat (19/9/2025) yang lalu.
“Kalau tidak tercapai (kesepakatan B2B, ini kita evaluasi itu apa yang menyebabkan tidak tercapai,” ujar Yuliot.

