Jepang dan Inggris Resesi, Kemenperin Klaim Kinerja Industri Manufaktur RI Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim kinerja manufaktur RI mengalami pertumbuhan, di tengah terjadinya gelombang resesi di Jepang dan Ingggris. Kinerja manufaktur ini berdampak positif pada perekonomian Indonesia.
Rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri manufaktur Indonesia mencapai 3,44% (2014-2022), dengan kontribusi terhadap PDB nasional sekitar 19,9%. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan dunia maupun OECD (data World Bank).
“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) RI pada Februari 2024 mencapai 52,56. Ini meningkat 0,21 poin dibandingkan Januari 2024,” ucap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan yang dikutip Jumat (01/3/2024).
Pemilu Dorong Optimisme
Nilai manufacturing value added Indonesia 2021 tercatat mencapai US$ 288 miliar (data UNStats). Hal ini, lanjut dia, menunjukkan Indonesia merupakan salah satu power house manufaktur dunia. Ekspor produk industri nonmigas menyumbang 72,24% ekspor Indonesia 2023.
Sementara itu, Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur menunjukkan selama 29 bulan berturut-turut Indonesia mengalami ekspansi. Hal serupa juga ditunjukkan oleh Indeks Kepercayaan Industri, sejak dirilis November 2022 hingga Februari 2024.
Febri menjelaskan, kenaikan IKI pada Februari ini dipengaruhi oleh peningkatan nilai IKI pada 15 subsektor. Selain itu, Pemilu 2024 yang telah berlangsung juga merupakan faktor yang membuat ekspektasi pelaku usaha terhadap perekonomian domestik menjadi lebih optimistis.

