Parsavika Hadir di IDD PIK 2, Inovasi Desain Hijau & Modular
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Paviliun Parsavika resmi diluncurkan di Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang, Jumat (19/9/2025). Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi lintas sektor antara PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), Saint-Gobain Indonesia, Parongpong RAW Lab, dan Viro yang mengusung inovasi material ramah lingkungan, teknologi modular, serta desain berkelanjutan.
Peluncuran paviliun ini ditandai dengan talkshow bertajuk “Membangun dengan Kesadaran Berkelanjutan” yang menghadirkan desainer Rendy Aditya Wachid dan konseptor Jacob Gatot Surardjo. Momentum acara turut diisi dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen kolektif terhadap pembangunan hijau.
Parsavika tidak sekadar pameran, tetapi menjadi tonggak penting bahwa kolaborasi mampu melahirkan solusi nyata untuk masa depan yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan.
Nama Parsavika sendiri mengandung makna filosofi mendalam, yakni PAR berarti setara, SAVI diambil dari bahasa Italia salvare yang berarti menyelamatkan, dan KA dalam bahasa Jepang berarti rumah. Secara keseluruhan, Parsavika dimaknai sebagai kolaborasi setara untuk menyelamatkan rumah bersama: bumi.
Baca Juga
WIKA Raih Kontrak Rp 302,81 Miliar, Perkuat Proyek Irigasi di Jawa dan Sumatera
Dalam kolaborasi ini, setiap mitra menghadirkan kontribusi sesuai bidangnya. Saint-Gobain Indonesia menekankan strategi menuju net zero 2050 dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) serta penerapan ekonomi sirkular. WEGE memperkenalkan teknologi modular Moli (Modular Lite) berbasis rangka baja SS400 yang efisien dan mendukung target Net Zero Emissions 2060.
Sementara itu, Parongpong RAW Lab menghadirkan Prototiles®, material arsitektur inovatif berbasis limbah plastik, jaring nelayan, puntung rokok, hingga ampas kopi. Viro mempersembahkan produk anyaman dan atap jerami sintetis tahan cuaca yang fleksibel, dapat didaur ulang, serta memadukan estetika tradisional dengan teknologi modern.
Paviliun Parsavika dirancang oleh arsitek ternama Avianti Armand dan Setiadi Sopandi. Keduanya menekankan integrasi inovasi material dan modular dalam sebuah ruang yang estetis, fungsional, dan ramah lingkungan.
Lewat Parsavika, para mitra berharap dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ekonomi sirkular, memperkuat ekosistem desain berkelanjutan di Indonesia, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas antara dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah.

