Kemenkomdigi Incar Rp 25 Triliun PNBP 2026, 90% Digendong Lelang Frekuensi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 25 triliun pada 2026. Mayoritas penerimaan, atau sekitar 90%, diproyeksikan berasal dari sektor lelang spektrum frekuensi radio.
Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi, Ismail, menjelaskan sumber utama PNBP kementeriannya terbagi dalam tiga pos besar. Pertama, dari spektrum frekuensi radio; kedua, dari jasa telekomunikasi yang melekat pada pendapatan usaha operator; ketiga, dari kontribusi Badan Layanan Umum (BLU) Universal Service Obligation (USO).
“Yang mengalami kenaikan signifikan ada di spektrum frekuensi radio. Tahun 2025 targetnya di kisaran Rp 21 triliun, dan untuk 2026 menjadi sekitar Rp 22 triliun khusus dari spektrum. Kalau digabung dengan dua sumber lain, total target PNBP kita Rp 25 triliun,” kata Ismail di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Ismail menegaskan tambahan penerimaan dari spektrum frekuensi didorong oleh lelang pita baru yang akan dilakukan pemerintah. Lelang tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan ketersediaan kapasitas jaringan sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.
“Kenaikan ini tentu kita dapatkan dari hasil lelang-lelang spektrum baru. Jadi betul ada kenaikan, dan porsi terbesar masih akan digendong oleh sektor frekuensi,” ujarnya.
Baca Juga
Meski porsi terbesar ditopang frekuensi, Kemenkomdigi tetap mengandalkan kontribusi jasa telekomunikasi dan BLU USO untuk menjaga stabilitas penerimaan. Layanan USO misalnya, digunakan untuk memperluas akses digital ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sehingga misi pembangunan digital tetap berjalan seiring dengan target PNBP.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengevaluasi kelanjutan proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA) II. Menurut Ismail, keputusan terkait proyek tersebut akan mempertimbangkan efektivitas, kebutuhan nasional, serta ketersediaan anggaran negara.
Diketahui, saat ini Kemenkomdigi telah melakukan proses lelang frekuensi 1,4 GHz yang akan diumumkan bulan depan. Selain itu masih ada lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz yang sempat tertunda.
Baca Juga

