Sisa 3 Bulan, Studi Kelayakan 18 Proyek Hilirisasi Bakal Kelar Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, saat ini sedang dilakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) terhadap 18 proyek hilirisasi. Ditargetkan, seluruh studi kelayakan tersebut bakal selesai akhir tahun 2025 ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyebutkan, dokumen prastudi kelayakan sejatinya sudah diserahkan ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada Juli 2025 kemarin. Dia membeberkan, awal pekan ini pun sudah dilakukan pembahasan mengenai kelanjutan proyek hilirisasi tersebut.
"Sekarang sedang dalam pengerjaan FS-nya oleh Danantara. Dan secepatnya itu kan diselesaikan 18 proyek itu. Hari Senin yang lalu kan ada ratas mengenai hilirisasi," kata Ahmad Erani saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/9/2025).
Erani menerangkan, masing-masing proyek hilirisasi tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Maka dari itu, penyelesaian studi kelayakan dari 18 proyek tersebut bakal secara bertahap.
"Saya kira pasti ini ya, pasti akan ada bertahap pasti ya (penyelesaiannya). Tapi semuanya pasti akan selesai akhir tahun ini lah. Karena harus segera dieksekusi proyeknya," beber dia.
Menurut Erani, salah satu proyek hilirisasi yang bakal menjadi prioritas pemerintah adalah dimetil eter (DME), yaitu produk hasil dari proses gasifikasi batu bara. Sebab, DME dibutuhkan sebagai alternatif pengganti LPG, mengingat impor LPG nasional masih tinggi.
"Karena kan ada kebutuhan bagi kita untuk bisa mengelola produksi gas ya untuk (pengganti) LPG itu. Dan kita ada peluang untuk mensubstitusi LPG itu dari DME. Kalau itu bisa dilakukan kan bisa mengurangi impor gas tadi, LPG tadi," ucap Erani.
Sebelum ini, Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Bahlil Lahadalia menyebutkan, 18 proyek ini meliputi 8 proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, 2 proyek tentang transisi energi, 2 proyek ketahanan energi, 3 proyek hilirisasi pertanian, serta 3 proyek hilirisasi kelautan dan perikanan. Sedangkan untuk ekosistem baterai mobil tidak masuk ke dalam 18 proyek ini.
"Agenda hilirisasi ini sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Keputusan Presiden. Ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra-FS-nya, dengan total investasi sebesar US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun,” kata Bahlil.

