SPPG Baru akan Dibangun di 806 Titik Indonesia, Porsi Kementerian PU Hampir Rp 1 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah menandatangani surat keputusan bersama (SKB) untuk pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di 806 daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan demi mewujudkan target penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) pada 82,9 juta penerima manfaat di masa kepresidenan Prabowo Subianto.
“Kita tunggu arahan Kepala BGN (Dadan Hindayana), titik-titik di mana saja, alhamdulillah di test case di 264 titik. Kalau bisa cepat (rampung), insyaallah ditambah lagi (unit SPPG),” kata Menteri PU, Dody Hanggodo seusai penandatanganan SKB bersama 3 kementerian/lembaga (K/L) di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga
Kemendagri hanya berperan untuk membantu kesiapan lahan di setiap daerah melalui pemerintah setempat, sementara Kementerian PU dan BGN bertugas dalam pembangunan SPPG alias dapur MBG.
Dia menambahkan, anggaran Kementerian PU yang dikucurkan untuk pembangunan 264 SPPG kurang dari Rp 1 triliun. “Enggak banyak lah, sedikit, enggak sampai Rp 1 triliun (pembangunan 264 SPPG),” tambah Dody.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan, nilai pembangunan SPPG di setiap daerah bervariasi, mengingat perbedaan kondisi lahan hingga kebutuhan lainnya di setiap daerah.
“Tergantung daerahnya, kalau di kota kan rata-rata Rp 2 miliar (biaya membangun SPPG, red). Kalau di daerah terpencil mungkin bisa Rp 4 miliar, kadang sampai Rp 6 miliar,” jelas Dadan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menambahkan, pemerintah daerah (pemda) menyambut program ini dengan antusias yang cukup tinggi, bahkan telah menyediakan 806 lahan untuk pembangunan SPPG tambahan.
Baca Juga
BGN Punya Kelebihan Dana MBG Rp 50 T, Akan Digunakan untuk Apa?
“Nah, kita tugasnya meminta ke pemda di 62 kabupaten yang terjangkau sulit (wilayah 3T), tetapi kalau ada tambahan lagi mungkin Pak Dadan dengan mekanisme mitra bisa meminta (tambahan titik sebaran SPPG). Lalu, untuk titik yang akan dibangun SPPG-nya oleh pemerintah ada 806 titik yang sudah dinyatakan layak tanahnya dari sekian ribu (lokasi), dan banyak pemda yang antusias menyiapkan lahan begitu,” pungkas Tito.
Lokasi yang telah disurvei pemerintah untuk pembangunan SPPG baru ialah 1.314 titik. Di mana 806 titik tersebut, BGN mendapatkan porsi sekitar 542 titik yang didominasi di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sedangkan, Kementerian PU mendapatkan amanah untuk membangun SPPG di 264 titik yang didominasi di Provinsi Sumatra Utara, Bengkulu, dan Jambi.

