Integrasi dengan KRL, Penumpang LRT Jabodebek Melonjak hingga 30% Lebih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek mencatat lonjakan jumlah pengguna di stasiun integrasi dengan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line, yakni Stasiun Dukuh Atas BNI dan Stasiun Cikoko.
Menurut Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi, sepanjang periode 1 Januari–14 September 2025, Stasiun Dukuh Atas BNI melayani 2.963.837 pengguna tap in. Angka itu melonjak lebih dari 30% atau tepatnya 32,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.240.147 pengguna.
"Untuk tap out, jumlah pengguna tercatat 2.659.403 orang atau meningkat 26,8% dari 2.097.494 pengguna pada 2024,” kata Purnomosidi dalam keterangan pers dikutip Selasa (16/9/2025).
Baca Juga
KA Makin Populer, Penumpang LRT, Kereta Bandara, dan Panoramic Naik Puluhan Persen
Ia menambahkan, kenaikan juga terjadi di Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan Stasiun KRL Cawang. Jumlah pengguna tap in di Stasiun Cikoko mencapai 1.537.317 orang atau naik 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.140.572 orang.
"Untuk tap out, jumlahnya 1.552.999 orang atau naik 33,6% dari tahun lalu sebanyak 1.162.726 pengguna,” ujar Purnomosidi.
Purnomosidi turut menyampaikan, tren peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang terhubung dengan baik.
“Integrasi antarmoda menjadi kunci dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. LRT Jabodebek hadir untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, efisien, dan nyaman, serta mendukung mobilitas harian yang berkelanjutan,” tutur dia.
Baca Juga
Investor Lokal Minati Proyek 'Feeder' LRT Jabodebek Cibubur–Mekarsari
Dikatakan Purnomosidi, pertumbuhan jumlah pengguna di kedua stasiun integrasi ini membuktikan bahwa kehadiran LRT Jabodebek tidak hanya sebagai transportasi modern yang nyaman, tetapi juga menjadi penghubung antarmoda di Jakarta dan sekitarnya.
“Dengan semakin mudahnya akses menuju berbagai destinasi melalui integrasi, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang cepat, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

