Bunga KUR Perumahan (KPP) Disubsidi 5%, Ketum Kadin: Kompetitif dengan Negara Tetangga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah akan memberikan subsidi bunga sebesar 5% dalam skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) di ekosistem perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP), termasuk kepada usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor konstruksi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie pun menegaskan, kebijakan tersebut mampu mengangkat level rata-rata bunga kredit perumahan di Indonesia menjadi kompetitif dengan negara tetangga.
Sebelumnya, perbankan di Indonesia memberikan rata-rata bunga kredit perumahan sekitar 9-12%. Alhasil, keberadaan subsidi mampu menurunkan bunga kredit di bidang perumahan menjadi sekitar 7%.
“(Tingkat bunga) ini sejalan dengan negara-negara tetangga,” sebut Anin dalam Sosialisasi KUR Perumahan Gotong Royong Memperluas Akses Kredit Perumahan untuk Rakyat di Wisma Danantara Indonesia, Senin (8/9/2025).
Dia mengatakan, kredit untuk perumahan di Thailand berada pada kisaran 4-6 %, di Filipina 7-9%, dan Vietnam 5-6%. Sehingga subsidi untuk bunga kredit perumahan di Indonesia dipercaya akan membawa banyak manfaat, terutama untuk meningkatkan keekonomian yang lebih optimal.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sekalian juga Kementerian Investasi atas inisiasi dan kolaborasinya,” sambung Anin.
Baca Juga
FLPP dan BSPS Kini Libatkan Swasta Wujudkan Program 3 Juta Rumah
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mencanangkan program 3 juta rumah, guna menurunkan backlog perumahan yang masih tinggi di Indonesia. Backlog menunjukkan kesenjangan kebutuhan atau permintaan hunian, dari pasokan rumah layak huni yang tersedia.
Sementara itu Anin menyebutkan, bahwa sektor konstruksi telah menyerap 8,7 juta pekerja atau 6% dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Sehingga program-program pemerintah tersebut, diyakini sangat bermanfaat membuka lapangan pekerjaan, termasuk kewirausahaan.
Dia menambahkan, setiap pembangunan satu rumah mampu menyerap rata-rata lima sampai enam tenaga kerja langsung, serta mendorong lebih dari 140 sektor industri terkait, mulai dari semen, baja hingga sektor transportasi.
“Multiplier effect-nya terlihat. Karena itu kami dari Kadin Indonesia sangat berharap program ini berhasil karena sangat dibutuhkan untuk multiplikasi dan efek kejutnya di perekonomian Indonesia,” tegas Anin.
Dia percaya bahwa setiap unit rumah yang dibangun, bukan hanya menciptakan tempat tinggal, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat. Namun di saat bersamaan, tingginya biaya modal selalu menjadi tantangan, termasuk dalam pembangunan rumah murah dan layak huni.
Oleh karena itu, Anin mengaku bahwa Kadin Indonesia sangat tertarik mendukung program Presiden Prabowo di bidang perumahan tersebut karena dampaknya yang luas dan jelas.
“Selain Kadin, hari ini hadir juga asosiasi dan himpunan pengusaha, dari suplai maupun demand di sektor perumahan. Ada pula petinggi Himbara (himpunan bank negara), perbankan swasta maupun BPD (bank pembangunan daerah),” pungkasnya

