TOD Jadi Fokus, LRT Jabodebek Hadirkan 'Feeder' Baru di Stasiun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek memperkuat integrasi transportasi publik dengan menggandeng sejumlah operator feeder di berbagai stasiun.
Langkah ini dilakukan untuk memudahkan akses penumpang dari dan menuju stasiun LRT, sekaligus mendukung pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD).
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, saat ini Stasiun Harjamukti sudah dilayani sekitar 12 operator feeder yang menghubungkan kawasan hunian dan pusat perbelanjaan.
Baca Juga
Pemerintah Buka Peluang Investor Garap Megaproyek LRT Bandung dan Semarang Rp 40 T
“Contoh yang di Stasiun Harjamukti ini kira-kira sudah ada 12 operator feeder dari perumahan-perumahan, dari mal Transmart itu sudah ada,” ujarnya saat media gathering di Menteng, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Selain memperluas jaringan feeder, LRT Jabodebek juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (ITM) Kementerian Perhubungan untuk menambah fasilitas layanan di stasiun. Salah satunya adalah pemasangan kanopi guna meningkatkan kenyamanan penumpang saat berpindah moda transportasi.
Purnomosidi menambahkan, pihaknya juga sedang berdiskusi dengan ITM terkait penambahan layanan BisKita yang direncanakan hadir tahun ini. Kehadiran BisKita akan menambah alternatif feeder bagi penumpang, sehingga konektivitas dari stasiun ke berbagai tujuan semakin lancar.
“Ini salah satu tujuan untuk pengembangan beberapa TOD di kawasan stasiun LRT. Ada LRT, ada feeder, kemudian ada commercial estate, seperti apartemen maupun perumahan,” jelas Purnomosidi.
TOD jadi magnet investasi
Konsep TOD menempatkan transportasi publik sebagai pusat pengembangan kawasan hunian dan komersial. Dalam konteks ini, kehadiran feeder menjadi kunci agar masyarakat merasa mudah mengakses layanan LRT.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah baru-baru ini meninjau sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi untuk pembangunan kawasan hunian TOD di sekitar stasiun LRT.
Menurut Purnomosidi, tinjauan tersebut merupakan langkah awal dalam merancang kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik. “Kebetulan kemarin sempat diperiksa dan dicek oleh Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah, bahwa ada beberapa tempat yang memang berpotensi untuk dilakukan pembangunan TOD perumahan,” pungkasnya.
Baca Juga
Mengutip akun media sosial X @kabarpenumpang, Fahri Hamzah bersama operator LRT Jabodebek meninjau langsung sejumlah lahan pada Kamis (14/8/2025) untuk memetakan area yang sesuai dengan kriteria pembangunan TOD.
“Pak Wamen Fahri Hamzah seusai kunjungan bersama PT KAI c.q. LRT Jabodebek meninjau lahan-lahan untuk dikelola menjadi kawasan TOD untuk rakyat, untuk masyarakat,” tulis akun tersebut.

