Pertamina Targetkan RFCC Balikpapan Berkapasitas 90.000 Bph Beroperasi Kuartal IV 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan terus menunjukkan progres signifikan dengan persiapan pengoperasian unit residual fluid catalytic cracking (RFCC), salah satu fasilitas vital yang akan memperkuat kapasitas pengolahan minyak nasional. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), menargetkan unit ini mulai beroperasi pada triwulan IV 2025.
RFCC merupakan teknologi pemrosesan minyak yang mampu mengonversi residu berat menjadi produk bernilai tinggi, seperti LPG, gasoline, dan propylene. Kapasitas pengolahannya mencapai 90.000 barel per hari, menjadikannya unit RFCC terbesar yang dimiliki Pertamina. Sebelumnya, KPI telah mengoperasikan RFCC di Kilang Cilacap sejak 2015 dengan kapasitas 62.000 barel per hari.
Baca Juga
'Go Green', Ini Jurus Andal Kilang Pertamina Turunkan Emisi dan Wujudkan Energi Bersih
Pjs Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Milla Suciyani mengatakan, momentum penting proyek ini tercapai saat pemasukan perdana katalis pada unit RFCC, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI.
“Pemasukan katalis ini menjadi pencapaian besar karena menjadi tanda kesiapan unit RFCC. Unit ini nantinya berperan penting mengolah minyak berat menjadi produk bernilai tinggi. Dengan keberhasilan tahap ini, Kilang Balikpapan semakin dekat menuju pengoperasian RFCC,” ujar Milla dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).
Milla menjelaskan, katalis merupakan komponen kunci yang mempercepat proses pengolahan minyak. Tahap loading katalis menandakan bahwa infrastruktur RFCC telah siap menjalani tahapan operasional berikutnya.
“Dengan beroperasinya RFCC Balikpapan ini, kapasitas dan kapabilitas KPI sebagai penopang ketahanan energi nasional akan semakin kuat. Hal ini mendukung kemandirian energi karena kilang dapat menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi,” jelasnya.
Selain memperkuat pasokan energi nasional, pengoperasian RFCC juga diproyeksikan membawa manfaat ekonomi. Aktivitas industri di sekitar Balikpapan akan meningkat, membuka peluang lapangan kerja, dan memberikan efek berganda bagi masyarakat.
Baca Juga
Kilang Pertamina Cetak 'Yield Valuble' Produk 83,2%, Ini Rahasia Inovasinya
Milla menegaskan pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya cita ketiga tentang kemandirian ekonomi berbasis energi bersih dan berkelanjutan, serta cita keenam mengenai pemerataan pembangunan wilayah.
“RFCC bukan hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Milla.

