Pertamina Sukses Temukan Gas Baru pada Pengeboran Sumur Dalam di Kaltara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak usahanya PT Pertamina EP (PEP) Tarakan berhasil menemukan aliran gas dalam pengeboran eksplorasi Sumur Sembakung Deep (SBKD)-001 di Kalimantan Utara (Kaltara).
Temuan ini menandai tonggak penting eksplorasi lapisan dalam di sekitar Lapangan Sembakung sekaligus memperkuat potensi migas nasional dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, pengeboran SBKD-001 dimulai pertengahan Maret 2025 dengan menggunakan Rig 43-3 milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).
Baca Juga
Beasiswa Sobat Bumi PHI Kembali Dibuka, 16 Kampus Siap Cetak Generasi Emas Kalimantan
"Proses pengeboran berhasil mencapai kedalaman lebih dari 2.100 meter pada awal Juni 2025, menembus formasi Meliat dan Naintupo sandstone," kata Muharram saat melakukan kunjungan lapangan (management walk through/MWT) pada 6 Agustus 2025 seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).
Sebelumnya, PEP Tarakan sudah berhasil menemukan minyak di Lapisan Tabul yang selama ini dikembangkan. Keberhasilan terbaru ini memperlihatkan kekuatan sinergi antar-entitas subholding upstream Pertamina.
Pada awal Agustus 2025, perusahaan melakukan uji kandung lapisan (UKL). Salah satu lapisan batu pasir Meliat Fm menghasilkan gas dan kondensat dengan kualitas baik mencapai rata-rata 9 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Penemuan di wilayah perbatasan
Dia menyatakan, SBKD-001 berada di area strategis dekat perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurutnya, penemuan aliran gas ini memperkuat kedaulatan energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
“Setiap pekerja di Sumur SBKD-001 merupakan pejuang energi yang menjadi ujung tombak penyediaan energi nasional dengan kontribusi besar bagi negara,” kata Muharram.
Ia menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja agar pencapaian eksplorasi tidak ternodai oleh kecelakaan.
Sementara itu, VP Eksplorasi PHI-Regional 3 Kalimantan Sri Hartanto menjelaskan, SBKD-001 merupakan adaptasi eksplorasi di area brownfield Lapangan Sembakung dengan target lapisan dalam. Dari proses persiapan hingga tajak hanya dibutuhkan waktu 1 tahun. “Pengeboran ini membuktikan adanya akumulasi hidrokarbon berupa gas di bagian dalam, serta tambahan cadangan minyak di bagian dangkal,” ujar Sri.
Ia menambahkan, operasi ini berlangsung tanpa kecelakaan dengan lebih dari 243 ribu jam kerja selamat.
Baca Juga
Semester I Berbuah Manis, Kapasitas Energi Terbarukan Pertamina NRE Tumbuh 14%
Direktur Utama PHI Sunaryanto menyambut positif penemuan di Sembakung Deep. Menurutnya, SBKD-001 bisa segera dimonetisasi karena fasilitas produksi sudah tersedia. “Di PHI, kami percaya investasi eksplorasi dan eksploitasi migas sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam mendukung ketahanan energi nasional, sesuai Asta Cita pemerintah mengenai swasembada energi,” kata Sunaryanto.
Ia menegaskan, eksplorasi tidak hanya menambah cadangan migas nasional, tetapi juga menciptakan dampak berganda berupa pasokan energi bagi industri, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pemerintah, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
PEP Tarakan Field sebagai bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PHI, bekerja sama dengan SKK Migas untuk memastikan operasi hulu migas yang selamat, efisien, andal, serta sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG).

