Kepemimpinan Visioner Jadi Senjata PHE Kuasai 69% Produksi Minyak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) subholding upstream menegaskan bahwa kepemimpinan visioner dan komunikasi efektif menjadi kunci utama transformasi perusahaan. Pesan ini disampaikan Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah dalam forum “Leading the Shift: Menyoroti Peran Pemimpin sebagai Penggerak Utama Transformasi” yang digelar Dwi Soetjipto Research Center (DSRC) di WTC 1 Jakarta, belum lama ini.
Whisnu menjelaskan bahwa PHE, yang berdiri sejak 2007, telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan hulu migas terbesar di Indonesia. Perusahaan kini mengelola sekitar 24% wilayah kerja migas nasional dan menyumbang 69% produksi minyak Indonesia. Transformasi dari skala kecil hingga menjadi pemain utama industri, menurutnya, hanya mungkin terwujud berkat keberanian keluar dari zona nyaman.
Baca Juga
Prabowo Heran Produsen Sawit Terbesar kok Krisis Minyak Goreng
“Transformasi harus dimulai, bukan hanya dibicarakan. Tantangan utamanya adalah membawa seluruh insan perusahaan keluar dari zona nyaman dan menjaga momentum perubahan,” ujar Whisnu dalam keterangan yang diterima, Senin (18/8/2025).
Ia menekankan, komunikasi menjadi instrumen utama untuk memastikan transformasi berjalan efektif dan memperoleh dukungan dari seluruh pihak.
Whisnu juga menyoroti keberhasilan PHE dalam mengawal proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru (JTB). Meski pandemi Covid-19 sempat menghambat, proyek ini berhasil mencapai full production pada 2024 dengan kapasitas produksi gas mencapai 193 juta kaki kubik per hari, melampaui target awal. "Keberhasilan itu disebut sebagai bukti nyata bagaimana transformasi dapat mendukung pencapaian strategis perusahaan," kata dia.
Selain fokus internal, Whisnu menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap tantangan eksternal, termasuk regulasi, dinamika pasar energi, dan perkembangan teknologi.
Baca Juga
Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat? Pertamina Punya Caranya
“Pendekatannya adalah memahami kepentingan pihak eksternal, menyampaikan kepentingan perusahaan secara terbuka, dan mencari titik temu agar solusi yang dihasilkan bersifat win-win,” jelasnya.
Melalui strategi tersebut, PHE berupaya memperkuat posisinya sebagai penggerak utama industri hulu migas nasional. Transformasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi Indonesia di tengah perubahan dan tantangan global.

