Lindungi Konsumen Muda, Tri Luncurkan Fitur AI Anti-Spam dan Scam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tri resmi meluncurkan fitur Tri AI: Anti Spam/Scam untuk melindungi pengguna, khususnya anak muda, dari ancaman panggilan dan pesan penipuan. Solusi ini memanfaatkan teknologi AIvolusi 5G yang menggabungkan kecerdasan artifisial dengan jaringan 5G milik Indosat.
Berdasarkan data, Indonesia menjadi negara penerima panggilan spam terbanyak di Asia Pasifik. Sebanyak 65% masyarakat menerima upaya scam setiap minggu, sementara 39% anak muda pernah menjadi korban penipuan daring.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,93% dan Capai ATH 7.973, Level 8.000 bakal Tercapai di Sesi II?
Chief Marketing Officer Indosat, Vivek Mehendiratta, menegaskan peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan nasional terkait keamanan digital.
“Kami memprioritaskan keamanan digital anak muda Indonesia. Dengan Tri AI: Anti Spam/Scam, kami ingin mereka bebas bereksplorasi, berkarya, dan menjelajah dunia online tanpa rasa khawatir,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Tri AI sendiri menerapkan teknologi AIvolusi 5G yang mampu mempelajari pola dan mendeteksi potensi ancaman secara real-time. Ketika teridentifikasi pola penipuan, sistem akan memberikan peringatan visual dan teks, sehingga pelanggan dapat lebih cepat mengantisipasi dan memahami risiko yang mereka hadapi.
Lebih lanjut, fitur ini hadir dalam dua pilihan, yakni versi Basic dan Plus+. Versi Basic sudah otomatis aktif bagi seluruh pelanggan Tri yang memiliki paket data, sementara versi Plus+ bisa dinikmati melalui paket mulai Rp 50.000 per bulan.
Baca Juga
Ingin Generasi Muda Gemar Menabung, Wamenkeu: Untuk Bangun Negeri
Teknologi ini menggunakan sistem tanda warna untuk mempermudah identifikasi risiko. Panggilan aman ditandai warna hijau, panggilan terindikasi spam berwarna kuning, dan panggilan scam berwarna merah, sedangkan SMS mencurigakan akan memunculkan peringatan otomatis.
Vivek menambahkan bahwa solusi ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari misi besar Indosat untuk mendemokratisasi AI. “Kami percaya kekuatan AI tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. Dengan dukungan jaringan 5G, kami ingin AI menjadi aksesibel bagi semua,” pungkasnya.

