Guncang Peta Persaingan AI, Perplexity Tawar Chrome Rp 559 Triliun dari Google
Poin Penting
|
CALIFORNIA, investortrust.id - Perplexity kembali membuat kejutan dengan mengajukan penawaran tunai US$ 34,5 miliar (Rp 559 triliun) untuk membeli browser Chrome milik Google. Langkah ini menjadi salah satu manuver paling ambisius di industri teknologi tahun ini.
Dipimpin CEO, Aravind Srinivas, startup yang baru debut 3 tahun lalu ini berupaya memanfaatkan basis pengguna Chrome yang mencapai 3 miliar orang. Browser kini menjadi aset strategis dalam persaingan memperebutkan lalu lintas pencarian dan data pengguna di era artificial intelligence (AI).
Google hingga kini belum memberikan tanggapan atas penawaran tersebut. Perusahaan bahkan masih mengajukan banding atas putusan pengadilan AS yang menilai mereka memonopoli pasar pencarian online.
Baca Juga
Startup Perplexity makin agresif menggempur dominasi Google Chrome di pasar browser mobile
Departemen Kehakiman AS mendorong divestasi Chrome sebagai salah satu opsi sanksi. Namun, Google diyakini akan mempertahankan aset ini karena menjadi kunci strategi AI mereka.
Dikutip dari Reuters, Rabu (13/8/2025), Perplexity tidak membeberkan secara terinci sumber pendanaan akuisisi. Meski begitu, mereka mengklaim telah mendapat komitmen penuh dari sejumlah dana investasi besar.
Sejak berdiri, Perplexity telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$ 1 miliar dari investor, seperti Nvidia dan SoftBank Jepang. Valuasi terakhirnya tercatat US$ 14 miliar, jauh di bawah nilai penawaran untuk Chrome.
Persaingan memanas seiring meningkatnya popularitas chatbot, seperti ChatGPT dan Perplexity. Browser pun kembali menjadi gerbang penting untuk mengamankan pengguna dan memperkuat dominasi di pasar pencarian.
Baca Juga
Perplexity memiliki browser AI bernama Comet yang dapat menjalankan tugas otomatis untuk pengguna. Namun, sejumlah analis menyebut dengan mengakuisisi Chrome maka akan memberi mereka daya saing lebih besar melawan raksasa, seperti OpenAI.
Meski menarik perhatian, analis menilai peluang terwujudnya akuisisi ini sangat kecil. Rival mereka, seperti DuckDuckGo bahkan memprediksi nilai Chrome bisa mencapai US$ 50 miliar jika dilepas paksa.

