Begini Upaya IM3 Lindungi Lansia dari Penipuan Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Masifnya perkembangan teknologi nyatanya belum dibarengi dengan tingkat adopsi yang baik di kalangan orang tua hingga lansia. Dengan begitu, kalangan ini menjadi rentan terhadap penipuan digital.
Sebagai upaya untuk melindungi masyarakat, tak terkecuali kelompok lansia di wilayah pedesaan (rural), IM3 terus memperkuat komitmennya dengan merilis fitur teranyarnya yaitu Satuan Anti Scam dan Spam (SATSPAM).
SVP Head of National Brand IM3 Essy Cinta mengungkapkan, fitur keamanan terbaru SATSPAM ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang belum terbiasa dengan dunia digital.
“Ketika membangun fitur SATSPAM ini, yang terpikirkan kita itu adalah terutama orang-orang tua yang ada di rural, yang tidak melek digital, mungkin tidak tahu apa itu phishing, dan lainnya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga
Essy mencontohkan, banyak kasus lansia di pedesaan yang menjadi korban di pedesaan yang menjadi korban modus penipuan dengan mengatasnamakan lembaga resmi, seperti permintaan transfer biaya materai Rp 5.000 untuk alasan keamanan rekening pensiun.
Bagi mereka, jumlah Rp 5.000 itu kecil. Namun, saat mereka klik tautan materai tersebut, ternyata membuka pintu masuk kejahatan digital, yang ujungnya bisa menguras tabungan mereka sendiri.
Menurut Essy, tantangan terbesar adalah jarak dan akses bantuan yang terbatas. Banyak korban tidak tahu harus mengadu ke siapa, karena keluarga mereka tinggal jauh, kantor bank sulit dijangkau, dan aparat keamanan tidak selalu ada di sekitar.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Sebut Pelanggan Pascabayar IM3 Platinum Tumbuh Pesat, Ini Penyebabnya
Oleh karena itu, IM3 menjalankan kampanye digital yang menyasar komunitas lansia dan masyarakat pedesaan. Tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran, tapi juga memberikan edukasi praktis cara melaporkan dan menghindari penipuan digital.
“Kita ingin ngajak (orang tua di pedesaan) untuk gabung ke IM3, kita bantu untuk melindungi, kita bantu untuk report, kita bantu untuk jaga,” kata Essy.
Ia menjelaskan, fitur SATSPAM yang terintegrasi otomatis secara langsung dalam jaringan IM3 ini bekerja secara real time untuk mengenali, menyaring, dan memberikan peringatan terhadap potensi penipuan digital, baik melalui SMS maupun panggilan telepon dari nomor mencurigakan.
Sehingga, pelanggan tidak perlu menanggapi panggilan dan pesan mencurigakan tersebut. Pengguna juga dapat berkontribusi dalam sistem ini dengan melaporkan nomor-nomor mencurigakan melalui aplikasi myIM3.
SATSPAM, kata Essy, hadir dengan dua tipe perlindungan. Pertama, SATSPAM basic, yang aktif otomatis untuk seluruh pengguna IM3 prabayar dengan paket data aktif, tanpa pengaturan tambahan. Pelanggan cukup mengaktifkan kartu perdana IM3 dengan harga Rp 35.000 untuk menikmati fitur ini, yang akan memberikan perlindungan dasar berupa deteksi otomatis terhadap nomor mencurigakan saat menerima telepon atau SMS.
Tipe perlindungan kedua adalah SATSPAM+ yang menawarkan proteksi lebih tinggi, yang mampu mengenali berbagai jenis panggilan masuk dan SMS. Apakah itu spam, scam, atau nomor terpercaya, sehingga pengguna bisa mengambil keputusan dengan cepat dan aman.
Layanan SATSPAM+ tersedia otomatis untuk seluruh pengguna IM3 prabayar dengan paket internet minimal Rp 50.000 dan pelanggan pasca bayar IM3 Platinum dengan melakukan pemberian ijin akses melalui aplikasi myIM3.

