Kadin Indonesia Siap Digembleng Kepemimpinan di Akmil Magelang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyatakan anggota Kadin Indonesia siap digembleng di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Rencananya, sebanyak 200 anggota Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi akan berangkat menggunakan dua hercules milik TNI AU ke Magelang Jumat (8/8/2025) malam ini .
“Mungkin jam 22.00 kita berangkat. Sampai lokasi mungkin bisa jam 02.00,” kata Anindya, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Jumat (8/8/2025).
Anindya menjelaskan selama di Akmil Magelang, para anggota Kadin akan fokus dengan latihan kepemimpinan akan disampaikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
“Kita ingin ditatar,” kata dia.
Selama di Akmil Magelang, akan terdapat materi yang akan disampaikan oleh beberapa menteri di Kabinet Merah Putih. Anindya menjelaskan Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Baca Juga
Retret Kadin Indonesia untuk Wujudkan Pengusaha Militan dan Pejuang
“Ini bisa mendekatkan kami sebagai sebuah mitra strategis pemerintah. Supaya bisa bekerja sama lebih erat lagi,” jelas dia.
Anindya menjelaskan seragam loreng biru yang dikenakan para anggota Kadin Ingin yang terlibat bukan untuk pamer semata. Sebab, dengan menaiki pesawat Hercules, para anggota Kadin Indonesia ingin belajar menjadi prajurit.
“Untuk belajar bahwa pengusaha itu juga harus mengerti ujungnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegas dia.
Sebelum berangkat, peserta Retret Kadin Indonesia 2025 sempat mendapat jamuan di kediaman Presiden Prabowo Subianto. Menurut Anindya, dalam pertemuan itu, Prabowo menceritakan berbagai tantangan global.
“Diajarkan falsafah geopolitik, bagaimana negara adikuasa selalu melihat negara-negara yang sedang seperti kita. Tapi, Indonesia mampu untuk mencari keseimbangan antara kekuatan-kekuatan Barat maupun Timur, Amerika, maupun China, sehingga tetap dipandang di segala macam kubu,” kata dia.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan pentingnya Indonesia Incorporated. Konsep itu dimaknai sebagai Indonesia yang berkooperasi dan bergotong royong.
“Intinya yang gede akan terus besar, yang menengah naik ke atas, yang kecil menjadi menengah, yang belum menjadi pemula,” ujar dia.

