Apple Siap Rogoh Kocek Besar Demi Kejar Ketertinggalan di AI
Poin Penting
|
SAN FRANCISCO, investortrust.id - Apple siap menggelontorkan dana besar untuk mengejar ketertinggalannya di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Mereka dilaporkan siap membangun lebih banyak pusat data dan membuka peluang akuisisi perusahaan berskala besar.
Hal ini menjadi pergeseran besar dari pendekatan fiskal konservatif yang selama ini menjadi ciri khas Apple. CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa perusahaan tidak terpaku pada ukuran dalam melakukan merger dan akuisisi (merger & acquisition/M&A). “Kami sangat terbuka terhadap akuisisi yang bisa mempercepat roadmap kami. Ukuran perusahaan bukan batasan,” ujar Cook dilansir dari Reuters, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga
Masa Depan CEO Apple Tim Cook Dipertanyakan karena Minim Adopsi AI
Selama tahun ini, Apple sudah mengakuisisi tujuh perusahaan kecil berbasis teknologi, terutama yang memiliki keahlian khusus di bidang AI. Namun, di tengah gempuran kompetitor, seperti Microsoft dan Google, Apple tampak mulai mengadopsi strategi yang lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan teknologi.
Microsoft dan Google masing-masing berencana menggelontorkan dana hingga US$ 100 miliar dan US$ 85 miliar untuk investasi AI, terutama pembangunan pusat data berskala besar. Kedua perusahaan itu telah lebih dahulu menarik ratusan juta pengguna ke platform chatbot dan asisten AI mereka.
Sebaliknya, Apple selama ini lebih mengandalkan penyedia pusat data eksternal dan membangun teknologi AI internal, seperti peningkatan fitur Siri. Namun pengembangan Siri mengalami kendala dan penundaan, dengan peluncuran ulang dijadwalkan tahun depan.
CFO Apple, Kevan Parekh, menegaskan bahwa belanja perusahaan untuk pusat data akan naik signifikan, seiring fokus pada integrasi AI di ekosistem perangkat Apple. “Pertumbuhannya tidak eksponensial, tetapi substansial. Sebagian besar karena investasi AI,” ujarnya.
Baca Juga
Apple Pertimbangkan Kolaborasi dengan OpenAI dan Anthropic demi Ambisi Ini
Di sisi lain, raksasa teknologi asal Cupertino itu juga menghadapi tantangan eksternal dari gugatan antitrust terhadap Google yang bisa mengancam pembayaran puluhan miliar dolar per tahun untuk menjadikan Google sebagai mesin pencari default di iPhone. Situasi ini mendorong Apple mengeksplorasi opsi teknologi pencarian alternatif.
Apple sebelumnya telah berdiskusi mengenai kemungkinan mengakuisisi Perplexity. Langkah ini dinilai bisa menjadi jalan pintas Apple untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi pencarian yang semakin dipengaruhi oleh AI.

