Suzuki Fronx Dirakit Lokal, Suntik Rp 5 Triliun untuk Perkuat Industri Otomotif Nasional
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Suzuki resmi merakit lokal SUV crossover Fronx di fasilitas PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Jawa Barat. Model ini berstatus Completely Knock Down (CKD) dan menjadi bagian dari strategi penguatan industri otomotif nasional.
“Fronx ini bukan hanya dirakit di Indonesia, tapi benar-benar dibuat. Joknya, stamping, welding, pengecatan, semuanya dilakukan di sini. Besinya dari sini, murnya dari sini,” ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel, dalam diskusi di GIIAS 2025, Selasa (29/7/2025).
Untuk mendukung produksi lokal Fronx, perusahaan asal Jepang itu telah menggelontorkan investasi tambahan sebesar Rp 5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat fasilitas produksi, meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), dan pengembangan lini teknologi baru.
Baca Juga
Fronx Jadi Ujung Tombak Baru Suzuki: Strategi Hybrid dan Perempuan Jadi Target Pasar Utama
Menurut Harold, produksi lokal membawa keuntungan langsung bagi konsumen, khususnya dari sisi ketersediaan suku cadang. “Karena diproduksi di Indonesia, spare parts-nya akan lebih cepat tersedia dan ready,” katanya.
Selain efisiensi rantai pasok, produksi lokal Fronx juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan penggunaan komponen dari industri dalam negeri. “Industri otomotif itu padat karya. Konsumen Fronx ikut berkontribusi pada perekonomian nasional,” jelasnya.
Meski sebagian besar komponen dibuat di Indonesia, Suzuki mengakui masih ada bagian tertentu yang harus diimpor karena belum tersedia secara lokal. Namun, upaya peningkatan TKDN terus dilakukan secara bertahap.
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat daya saing industri otomotif dalam negeri. Produksi lokal dinilai lebih tangguh menghadapi fluktuasi nilai tukar dan disrupsi rantai pasok global.
Fronx diharapkan menjadi model andalan baru Suzuki, terutama di segmen SUV kompak yang sedang naik daun. Suzuki juga menyiapkan varian hybrid untuk memperluas pilihan dan menjawab kebutuhan pasar yang makin beragam.
Dengan strategi lokal ini, Suzuki tak hanya memperluas pangsa pasar domestik, tapi juga membuka peluang ekspor. Selama ini, Suzuki Indonesia telah mengekspor model rakitan lokal ke lebih dari 60 negara.

