APBRI Harap Dapat Penuhi 30% Kebutuhan Beton 'Ready Mix' Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Perusahaan Beton Readymix Indonesia (APBRI) berharap dapat memenuhi hingga 30% kebutuhan semen nasional.
Ketua APBRI Yoppi Yanuar mengungkapkan, sekitar 30% dari total suplai semen di Indonesia diserap oleh industri konstruksi, termasuk beton siap pakai alias ready mix. Dengan demikian, sebanyak itulah pangsa pasar ready mix di Tanah Air.
"Jadi kalau kita proyeksikan, maka sekitar 30% itu adalah beton siap pakai," ujar Yoppi dalam acara Media Briefing Pelantikan Pengurus APBRI 2024-2027 "Bersatu dalam Inovasi, Berdaya dalam Kolaborasi untuk Industri Ready-Mix yang Berkelanjutan” di Aubree Bistro and Bar, Agora Mall, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Yoppi turut menyoroti peluang pertumbuhan ke depan seiring dengan program pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, termasuk proyek-proyek jalan dan jalur distribusi logistik nasional. Selain itu, Yoppi juga menyoroti dinamika ekonomi global, termasuk spekulasi tentang Tarif Trump dan dampaknya terhadap industri ready mix.
Menurut Yoppi, kebijakan moneter dan isu global dapat memengaruhi daya beli serta investasi. Meski begitu, ia tetap optimistis konsumsi beton dapat melonjak alias tidak terpengaruh negatif.
"Dalam kondisi yang sekarang karena Tarif Trump pun, konsumsi beton siap pakai bisa jadi sama gitu," ungkap Yoppi.
Lebih lanjut, terkait dampak ekonomi global dan fluktuasi harga energi ini, Yoppi mengatakan bahwa pelaku industri mulai beradaptasi dengan transisi ke penggunaan alat-alat berbasis listrik serta sistem produksi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami tengah menjajaki regulasi yang lebih adaptif dan berkomitmen menyuarakan aspirasi industri kepada pemerintah agar tercipta kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat,” jelas Yoppi.
Diketahui, APBRI resmi mengumumkan pembentukan kepengurusan baru periode 2024–2027. Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi industri ready mix nasional dalam membangun ekosistem yang lebih sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
Yoppi membeberkan bahwa keberadaan asosiasi ini berangkat dari kebutuhan mendesak akan wadah yang mampu menyatukan pelaku industri ready mix agar memiliki standar mutu, efisiensi, dan tata kelola yang lebih baik.
“Industri ready mix merupakan sektor yang sangat masif dan menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Diperlukan kolaborasi dan sinergi antarpelaku agar produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis, tetapi juga mampu menjaga kestabilan harga dan mutu secara berkelanjutan,” terang Yoppi.
Yoppi menambahkan, dengan dukungan teknologi seperti komputerisasi, GPS tracking, dan sistem pengujian slump digital, industri ready mix kini memiliki peluang besar untuk meningkatkan akurasi, efisiensi distribusi, dan mutu beton secara real time.

