DPR Dukung Langkah Berani Prabowo 100% EBT di 2035, tetapi Ada Tantangan Besar Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar Beniyanto Tamoreka menyatakan dukungannya terhadap target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai bauran energi baru dan terbarukan (EBT) 100% pada 2035.
Dia menilai, target ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjawab tantangan krisis iklim global. Meski begitu, dia mengingatkan bahwa untuk mencapai EBT 100% perlu kolaborasi dari semua pihak.
Baca Juga
Suplai Energi RI Melonjak 7,3% tetapi Bauran EBT Tertinggal, Bisakah Capai Target 23% di 2025?
“Target ini menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang Presiden. Namun, harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur, percepatan proyek EBT, dan insentif konkret bagi pelaku usaha,” kata Beniyanto dalam keterangannya, Rabu (16/7/2025).
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran EBT nasional hingga pertengahan 2025 baru mencapai 14,7%. Pemerintah kemudian merevisi target bauran EBT 2025 menjadi 20% dari 23%. Sedangkan angka 23% ditargetkan tercapai pada 2030.
Untuk mendukung akselerasi ini, pemerintah telah menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dalam RUPTL terbaru, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah itu, sekitar 42,6 GW berasal dari sumber EBT.
Beniyanto menilai, keberhasilan transisi energi ke arah EBT membutuhkan reformasi kebijakan, termasuk dalam hal tarif listrik dan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), agar lebih kompetitif dan menarik bagi investor.
Baca Juga
DPR Setujui Anggaran ESDM 2026 Rp 8,1 Triliun, Ditjen Migas Paling Besar Disusul EBT
“Pembangunan pembangkit saja tidak cukup, kita juga harus mempercepat pembangunan jaringan transmisi dan penyimpanan energi. Tanpa itu, EBT tidak akan maksimal,” ujar Beniyanto.
Selain itu, dia mendorong sinergi antara kementerian dan lembaga terkait, khususnya dalam insentif fiskal dan pendanaan hijau terjangkau. Program pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di desa-desa juga disebut sebagai prioritas jangka pendek.
“Komisi XII DPR akan terus memberikan dukungan dan mendorong sinergi kebijakan agar target ini dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur. Harapannya, komitmen menuju 100% EBT pada 2035 benar-benar menjadi langkah maju dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional,” ucapnya.

