Tren Baru Perbankan di Indonesia, ATM Makin Sepi dan QRIS Naik Daun
JAKARTA, Investortrust.id - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan dan Pasar Modal Arief Wibisono mengatakan, telah terjadi pergeseran signifikan pada nasabah dalam mengakses layanan perbankan di Indonesia. Hal ini ditandai beberapa fenomena, seperti penurunan kantor cabang fisik dan jumlah ATM.
"Di sisi lain, penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran meningkat, termasuk pada usaha kecil dan menengah (UKM)," kata Arief saat menjadi keynote speaker, dalam "Innovative Future Finance Awards 2025 dan The 25 Top CEO Future Finance 2025" dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025).
Plus Idea Komunika bersama goodmoney.id menggelar Innovative Future Finance Awards 2025 dan The 25 Top CEO Future Finance 2025 di Jakarta, belum lama ini. Tujuannya, mengapresiasi perusahaan jasa keuangan atas kinerja dan kontribusinnya dalam memperkuat inklusi melalui layanan inovatif.
Baca Juga
Kinerja solid dan inovasi berkelanjutan di sektor jasa keuangan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan inklusi dan literasi keuangan diwujudkan melalui berbagai program, seperti edukasi manfaat produk dan layanan keuangan, pembukaan rekening tabungan, perluasan akses permodalan hingga pelatihan bagi UMKM serta kelompok masyarakat prasejahtera.
Selain itu, kata Arief, cybersecurity juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan guna menjaga kepercayaan layanan.
Dalam kesempatan yang sama, ekonom senior Indef sekaligus dewan juri Aviliani mengatakan bahwa tim riset Plus Idea Komunika menggunakan empat indikator penilaian Innovative Future Finance Award 2025, yaitu financial performance, digital initiativ, business synergy, dan economic empowerment and education.
Sementara untuk penilaian Top 25 CEO Future Finance, tim riset menggunakan lima indikator, yaitu pencapaian bisnis; nilai integritas; inovasi digitalisasi dan adopsi teknologi; ketahanan organisasi; serta dampak sosial dan tata kelola dari budaya organisasi.
Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I 2025 menunjukkan bahwa sektor perbankan cukup optimistis yang tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) kuartal I 2025 di angka 66, atau berada di zona optimistis. Hal ini dipengaruhi ekspektasi stabilitas kondisi makroekonomi serta keberlanjutan pertumbuhan kinerja intermediasi yang disertai kemampuan perbankan mengelola risiko.
Pertumbuhan kinerja intermediasi yang positif ini ditunjukkan dengan kemampuan kredit perbankan yang tumbuh dua digit sebesar 10,30% per Februari 2025 menjadi Rp 7.825 triliun. Angka ini melanjutkan tren pertumbuhan kredit Januari 2025 sebesar 10,27% (yoy).
Sedangkan menurut Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), piutang perusahaan pembiayaan di industri multifinance berpotensi hanya tumbuh 7%-8% pada tahun 2025. Beberapa segmen pembiayaan potensial yang bisa digarap, seperti pembiayaan dengan skema buy now pay later (BNPL) dan pembiayaan sektor perumahan menyusul program 3 juta rumah.
Sementara itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa sepanjang kuartal I 2025, industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan premi naik 3,2% secara year-on-year menjadi Rp 47,45 triliun didorong pertumbuhan premi lanjutan mencapai Rp 20,94 triliun atau naik 8,2%.
Baca Juga
Green Financing BRI Terus Tumbuh di Tengah Transformasi Hijau Industri Perbankan
Berbeda dengan industri asuransi jiwa, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan premi pada 2025 kemungkinan tidak akan melebihi pencapaian 2024. Tercatat total pendapatan premi asuransi umum pada kuartal I 2025 naik tipis 0,3%, menjadi Rp 30,53 triliun.
Sejumlah penerima penghargaan Innovative Future Finance Awards 2025, di antaranya PT Permodalan Nasional Madani, PT Pegadaian, hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Victoria International Tbk, PT Bank Ganesha Tbk, PT Bank Hibank Indonesia, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, PT Asuransi Umum BCA, PT Panin Dai-ichi Life, PT Toyota Astra Financial Services, Tokocrypto, PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne).
Adapun peraih penghargaan Top 25 CEO Future Finance 2025, antara lain Arief Mulyadi (Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani), Damar Latri Setiawan (Direktur Utama PT Pegadaian), Darmawan Junaidi, Yuli Melati Suryaningrum (Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah), hingga Yuliana D. Yembise (Direktur Utama Bank Papua).

