PLTU Cirebon-1 Pensiun 10 Tahun Lebih Cepat Jadi 2032, Ini Persiapan Terbaru ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 bakal dipensiunkan pada 2032. Hal ini menjadi bagian komitmen pemerintah dalam melaksanakan transisi energi.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun payung hukum untuk mempensiunkan PLTU yang ada, termasuk PLTU Cirebon-1.
Baca Juga
RUPTL Terbaru Cantumkan PLTU 6,3 GW, Bahlil: Batu Bara Bukan Barang Haram
“Kita sudah menyiapkan legal standing untuk pensiun dini PLTU. Pensiun dini PLTU itu direncanakan Cirebon-1 pada 2032, lebih cepat 10 tahun dari yang seharusnya dipensiunkan pada 2042,” ujar Eniya dalam diskusi dengan tema ‘Mengelola Transisi Energi’ di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Dia menerangkan, rencana menyuntik mati PLTU Cirebon-1 sebetulnya sudah ada sejak Kementerian ESDM masih dipimpin Arifin Tasrif. Namun, membutuhkan waktu tidak sebentar untuk melakukan berbagai kajian sebelum memutuskan mempensiunkan PLTU tersebut.
“Perhitungan kita lakukan dengan para ekspert dari akademisi, dengan PLN tentunya, lalu tim kita (Kementerian ESDM), dan Kementerian Keuangan. Intinya ini kalau mau dikerjakan, legal standing-nya saya siapkan, jadi komit opini dari Jamdatun (Jaksa Agung Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara), lalu review dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan semua perhitungan ada,” beber Eniya.
Kajian yang dilakukan, meliputi kesiapan pembangkit pengganti yang digunakan sebagai substitusi PLTU Cirebon-1 agar suplai energi tetap aman, besaran biaya yang dibutuhkan, hingga penyusunan regulasi untuk melakukan suntik mati PLTU.
Baca Juga
“Jadi kita minta perhitungannya benar-benar perhitungkan harga ke depan. Sekarang sudah ready, tinggal nunggu dana," ucapnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyampaikan bahwa yang menjadi persoalan utama menyuntik mati PLTU batu bara adalah pembiayaan. Menurutnya, pemerintah bisa saja dengan mudah memensiunkan PLTU batu bara jika ada pihak yang mau membantu membiayai.
"Mau pensiun (PLTU batu bara)? Sudahlah, negara ini lagi butuh uang. Mau pensiun boleh, besok pagi saya pensiunkan oke. Namun, ada tidak dana donor yang mau biayai? You kasih dong. Kalian wartawan tanya juga ke bank-bank dunia yang merasa mau kasih duit Indonesia. Kasih sini, kasih uang, bunga murah, ane pensiunkan (PLTU)," sambungnya.

