Kadin Indonesia Ajak Perempuan Pengusaha Kembangkan Produk di TikTok Shop
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak puluhan perempuan pengusaha untuk mempelajari penggunaan toko digital yang dikembangkan TikTok Shop. Pelatihan ini dibuat sebagai langkah untuk mengenalkan pemasaran digital.
“Dengan kondisi ekonomi seperti ini, satu-satunya jalan untuk mengatasi hal ini adalah memperluas akses pasar, dengan mendigitalisasi usaha,” kata Wakil Ketua Umum bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kadin Indonesia Tatyana Sutara, di kantor Tokopedia, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Menurut Tatyana, upaya mengenalkan perkembangan teknologi dalam berusaha. TikTok-Tokopedia dipilih karena produk mereka TikTok Shop menjadi salah satu trendsetter bagi tempat jual beli daring.
“Pelatihan kerja sama dengan mitra terpercaya ini untuk bisa memberdayakan ekonomi perempuan,” jelas dia.
Tatyana berharap pelatihan ini dapat berguna bagi para perempuan pengusaha yang hadir. Sebab, pelatihan tidak hanya mempelajari teori tetapi juga mempraktikannya.
Baca Juga
"Bedah Dapur" Bareng TikTok, Pelanggan Gas Bumi PGN Meroket 268%
“Sehingga bisa memasukkan usaha untuk jualan online,” ujar dia.
Creator Education Team TikTok Shop by Tokopedia Celestine Astinissa Indraswari dalam paparannya mengenalkan konsep berjualan di TikTok Shop. Sebagai platform media sosial dan juga jualan, TikTok mengandalkan video untuk memperkenalkan produknya.
Celestine mengenalkan cara membuat naskah sederhana untuk membuat video TikTok.
“Formatnya dibuat tabel saja sehingga mudah,” kata Celestine.
Salah satu materi terpenting dalam pelatihan tersebut yaitu memperkenalkan konsep hook dalam pembuatan video. Hook yaitu paparan penting berdurasi 3-10 detik untuk membuat penonton tertarik dan mengikuti keseluruhan video.
“Berikan pesan yang bisa ditangkap para calon pembeli,” ujar dia.
Celestine mengingatkan para peserta pelatihan untuk juga mengajak penonton membeli atau dalam konsep copywriting disebut Call To Action (CTA).
“Misalnya, dikasih kalimat ‘jangan lupa dicek siapa tahu stoknya sisa sedikit’ atau ‘langsung dicek, mumpung lagi promo’,” kata dia.

