China Ekspor Batu Bara Kokas ke Indonesia, Pasar Australia Terancam?
BEIJING, Investortrust.id - China mengirimkan setidaknya tiga kargo batu bara kokas ke pabrik pengolahan di Sulawesi, Indonesia, pada Mei 2025, menurut sumber Reuters yang mengetahui masalah tersebut.
Mengutip The Hindu Businessline, Selasa (17/6/2025), China merambah pasar yang biasanya didominasi pasokan dari Australia dan Indonesia.
Sebagai importir batu bara kokas terbesar di dunia, Tiongkok bukan eksportir utama batu bara kokas dan hanya mengekspor ke Indonesia tiga kali sejak awal 2024, menurut data bulanan Bea Cukai Tiongkok.
Baca Juga
Golden Eagle (SMMT) Akuisisi 15% Saham Batu Bara di Sumsel, Nilainya Segini
Batu bara kokas atau dikenal sebagai coking coal atau metallurgical coal adalah jenis batu bara khusus yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan baja, bukan untuk pembangkit listrik, seperti batu bara termal.
Shanxi Coking Coal Group perusahaan BUMN China menjual batu bara kokas ke China Risun Group, yang kemudian diekspor ke Indonesia pada bulan lalu, kata tiga sumber. Adapun Risun mengelola salah satu pabrik pengolahan kokas terbesar di Sulawesi, Indonesia.
Kelompok usaha milik negara itu menjual kargo lain ke Hong Kong Jinteng Development Ltd untuk diekspor ke Indonesia, kata sumber tersebut. Sementara sumber kedua menambahkan bahwa mereka juga menjual kargo ketiga ke pabrik Dexin Steel di Indonesia.
Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara mengenai masalah tersebut.
Shanxi Coking Coal, China Risun, dan Dexin Steel tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar. Reuters tidak dapat menghubungi Hong Kong Jinteng Development Ltd.
Konsultan independen Lawrence Yan mengatakan langkah tersebut dirancang untuk menguji kelayakan ekonomi pasokan bagtu bara kokas China dan menunjukkan kepada penjual tradisional, seperti Australia, bahwa pabrik di Indonesia menjadi opsi alternatif.
Namun, ia menambahkan, biaya lebih tinggi dan persaingan ketat dari Rusia dan Mongolia membuat perdagangan tersebut sulit menjadi arus utama.
Dalam jangka panjang, industri baja China yang melambat dapat membebaskan pasokan batu bara kokas, mengubahnya menjadi produk ekspor reguler, kata seorang eksekutif di rumah dagang China Winsway minggu lalu.
Tiongkok mengekspor 78.030 metrik ton batu bara kokas ke Indonesia pada April 2025, pengiriman pertama sejak Juli lalu. Sementara data untuk Mei 2025 belum tersedia.
Baca Juga
China Rem Impor Batu Bara karena Energi Hijau Naik Daun dan Harga Domestik Lebih Murah
Kelebihan kapasitas kokas Indonesia
Pabrik pengolahan kokas di Sulawesi telah muncul sebagai pusat pasokan untuk kokas metalurgi, bahan baku yang digunakan oleh pembuat baja, sehingga meningkatkan permintaan batu bara kokas, yang digunakan untuk membuat kokas.
Ekspor kokas logam Indonesia mencapai rekor tertinggi pada 2024, menurut data Kpler. Namun, kawasan ini kini tengah berjuang mengatasi kelebihan kapasitas dengan utilisasi hanya 60% hingga 70%, kata salah satu sumber.
Ekspor kokas logam Indonesia juga terpukul oleh pembatasan impor bulan Desember yang diberlakukan oleh pembeli utama, India.

